Kemkomdigi dan Polri Perkuat Sinergi untuk Percepat Penanganan Kejahatan Digital

Kemkomdigi dan Polri meningkatkan kerja sama untuk mempercepat penanganan kejahatan digital, sekaligus memperkuat edukasi masyarakat dan optimalisasi layanan darurat 110.(VOI.id)

BACATODAY.COM – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjalin sinergi yang lebih erat dengan Kepolisian RI (Polri) guna mempercepat penanganan kejahatan di ruang digital. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja kedua lembaga, terutama dalam merespons berbagai kasus yang menjadi perhatian masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa dukungan dari Polri akan memperkuat upaya Kemkomdigi dalam menangani berbagai tindak kejahatan digital. Ia menyoroti bahwa kasus-kasus di ranah digital, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi, terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seperti penipuan daring, pemerasan berbasis seksual (sextortion), hingga praktik judi online.

Menurutnya, meskipun banyak laporan telah diterima, proses penanganannya kerap memakan waktu lama karena harus melalui prosedur administrasi antarlembaga. Oleh karena itu, kerja sama terbaru ini difokuskan pada penyederhanaan alur koordinasi serta integrasi penegakan hukum di sektor digital.

Melalui kesepakatan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya percepatan dalam menangani kejahatan digital, terutama yang berdampak pada ekonomi masyarakat. Upaya ini dinilai mendesak untuk segera direalisasikan agar penanganan kasus bisa lebih cepat dan tepat.

Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, menambahkan bahwa ke depan akan dibentuk tim khusus yang bertugas menangani tindak pidana di ruang digital. Kehadiran tim ini diharapkan mampu mengoptimalkan penanganan kasus sekaligus meminimalkan potensi korban yang lebih luas.

Selain itu, Kemkomdigi dan Polri juga akan memperkuat kerja sama dalam bidang edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait keamanan digital. Salah satu program yang didorong adalah pemanfaatan layanan darurat call center 110 yang telah tersedia di berbagai wilayah, namun masih belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dengan peningkatan edukasi, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami langkah yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat, sekaligus mengetahui akses layanan yang dapat digunakan untuk mendapatkan bantuan dengan cepat.(nrn/yog)