Sepekan, 149 Gempa Guncang Jawa Timur, BMKG: Dua Kali Terasa hingga ke Masyarakat

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso, merilis laporan 149 gempa terjadi sepekan belakangan, di mana magnitudo terbesar pada periode ini M 4.39, sedangkan magnitudo terkecil M 1.1.(Ricko for Baca Malang)

BACATODAY.COM – Aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya tercatat meningkat dalam sepekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 149 kejadian gempa bumi terjadi selama periode 15–21 Mei 2026, dengan dua di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Data tersebut dirilis BMKG Stasiun Geofisika Malang melalui peta distribusi episenter gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya menjelang akhir Mei 2026.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa magnitudo terbesar yang tercatat selama periode tersebut mencapai M 4,39, sedangkan magnitudo terkecil berada di angka M 1,1.

“Gempa terbanyak terjadi pada 20 Mei 2026 dengan 30 kejadian. Sementara jumlah paling sedikit tercatat pada 15 Mei 2026 sebanyak 16 kejadian,” ujar Ricko.

Menurutnya, aktivitas gempa dipicu oleh pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia, serta adanya aktivitas sesar atau patahan lokal.

Dari total 149 kejadian, sebanyak 120 gempa termasuk kategori gempa dangkal dengan kedalaman 0–60 kilometer, sedangkan 29 lainnya merupakan gempa menengah dengan kedalaman 60–300 kilometer. BMKG memastikan tidak ada gempa berkedalaman dalam selama periode tersebut.

Karena kedalaman gempa yang bervariasi, tidak seluruh kejadian dapat dirasakan masyarakat. Namun, BMKG mencatat terdapat dua gempa yang sempat dirasakan warga di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Pewarta : Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga