Kebakaran Dapur Gizi RSSA Malang, Pelayanan Pasien Dipastikan Tetap Berjalan

Direktur RSSA Malang, Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp.B, Subsp. Onk.(K), FINACS, FICS memberikan keterangan kepada wartawan terkait musibah kebakaran di dapur gizi.

BACATODAY.COM — Kebakaran terjadi di area Dapur Gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (9/9/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pihak rumah sakit memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan.

Kepada wartawan, Direktur RSSA Malang, Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp.B, Subsp. Onk.(K), FINACS, FICS, memastikan kondisi pasien aman pascakebakaran. Ia menjelaskan, kebakaran pertama kali terdeteksi sekitar pukul 14.50 WIB.

Mengetahui adanya kebakaran, pihak rumah sakit langsung mengaktifkan sistem tanggap darurat Code Red. Penanganan kemudian dibantu PMK Kota Malang dengan mengerahkan tujuh mobil pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.40 WIB.

“Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi pihak berwenang. Namun, dugaan sementara kebakaran disebabkan hubungan pendek arus listrik yang berada di bagian atap ruang dapur RSSA,” ungkap Bachtiar.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tidak ada dampak langsung terhadap pasien-pasien yang sedang menjalani perawatan di RSSA,” lanjutnya.

Berdasarkan investigasi sementara, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 300 meter persegi.

“Total kerugian ditaksir mencapai Rp900 juta. Meski tidak berdampak langsung terhadap pasien, asap akibat kebakaran sempat mengenai dua lokasi ruang rawat inap, yakni Ruang Rawat Inap Khusus Anak dan Ruang Rawat Inap Khusus Ibu/Wanita,” jelasnya.

Untuk memastikan keselamatan pasien, pasien di Ruang Rawat Inap Khusus Anak kemudian dipindahkan ke ruangan yang lebih aman dari paparan asap. Sementara itu, seluruh pasien di Ruang Rawat Inap Khusus Ibu/Wanita telah kembali ke ruang perawatan semula sekitar pukul 16.00 WIB.

Bachtiar tidak menampik bahwa Dapur Gizi selama ini menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan makanan pasien RSSA.

“Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, pihak rumah sakit sementara waktu bekerja sama dengan jasa katering dengan tetap memperhatikan standar pelayanan gizi bagi pasien,” ujarnya.

Manajemen RSSA Malang memastikan insiden kebakaran tersebut tidak mengganggu pelayanan rumah sakit, baik bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di IGD, rawat inap, maupun pasien rawat jalan. (mrg)