Jajaran Pejabat Jawa Timur Hadiri Penutupan Open Tournament Karate Piala Panglima TNI 2026

BACATODAY.COM – Tiga hari penuh adu teknik, kecepatan, keberanian, dan sportivitas akhirnya sampai pada penghujungnya. GOR Ken Arok, Kota Malang, menjadi saksi lahirnya semangat juang ribuan karateka dalam Open Tournament Karate Piala Panglima TNI 2026 yang resmi ditutup.

Kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-81 TNI telah berlangsung sejak tanggal 28 September 2026 dan diikuti 3.050 peserta, 3.175 kelas dipertandingkan, 152 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia.

Selama pertandingan, para karateka tidak hanya beradu kemampuan untuk memperebutkan medali, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai penting dalam olahraga: disiplin, keberanian, konsistensi, sportivitas, serta kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi tekanan.

Dari ribuan pertandingan yang berlangsung, sejumlah atlet akhirnya berhasil menempatkan diri sebagai yang terbaik di kelasnya hingga menghasilkan gelar Juara Umum I, II, dan III kontingen sebagai berikut :
1. Juara Umum I: Petarung Korem 082/CPYJ dengan perolehan medali 20 emas, 16 perak dan 15 perunggu.
2. Juara Umum II: Kodiklatal dengan perolehan medali 13 emas, 18 perak dan 19 perunggu.
3. Juara Umum III: Kodam III/Siliwangi dengan perolehan medali 9 emas 2 perak 8 perunggu.

Sedangkan di Kelas TNI/Polri Juaranya sebagai berikut
1. Juara 1 : Karate Bhayangkara Presisi dengan perolehan medali 9 emas, 7 perak dan 10 perunggu.
2. Juara 2: Kodam III/Siliwangi dengan perolehan medali 4 emas, 1 perak dan 2 perunggu.
3. Juara 3: Korp Brimob dengan perolehan medali 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu.

Menutup rangkaian kejuaraan, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, official, wasit, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan.

Panglima berharap prestasi yang diraih para atlet di Piala Panglima TNI 2026 dapat menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kemampuan dan berprestasi pada kejuaraan yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi atlet yang belum berhasil mencapai podium, Pangdivif 2 Kostrad berpesan agar hasil pertandingan tidak menjadi alasan untuk berhenti berlatih.

“Jadikan kejuaraan ini sebagai pelajaran untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan,” tuturnya, Rabu (30/9/2026).

Kemenangan maupun kekalahan merupakan buah hasil latihan dari seorang atlet maupun tim. Dari sebuah pertandingan, atlet dapat mengetahui kekuatan yang harus dipertahankan sekaligus kelemahan yang perlu diperbaiki.

Selain prestasi, kejuaraan ini juga mempertemukan ribuan karateka dari berbagai daerah dalam satu ruang kompetisi. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun persahabatan, bertukar pengalaman, dan memperkuat silaturahmi melalui olahraga.

“Jaga silaturahmi dan terus berbagi pengalaman. Apa yang didapat selama mengikuti kejuaraan ini hendaknya menjadi bekal untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” ujarnya.

Berakhirnya pertandingan di GOR Ken Arok bukan berarti berakhir pula perjalanan para karateka. Sebagian pulang membawa medali, sebagian membawa pengalaman, dan seluruhnya membawa pelajaran dari arena pertandingan.

Acara penutupan dihadiri oleh jajaran pejabat Jawa Timur antara lain Kapolda Jatim, Danpoltekad, Danlanud Abd Saleh, Kasdivif 2 Kostrad, Irdivif 2 Kostrad, Danrem 082/CPYJ, Kapolresta Malang, Kasrem 083/BDJ, Dandim 0833 Malang, Sekwan Wasit PB Forki.

Prestasi olahraga TNI, Prestasi olahraga Indonesia. (Dod)