
BACATODAY.COM – Aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya masih cukup tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang mencatat 129 kejadian gempa bumi selama periode 9–15 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, lima gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa gempa yang tercatat memiliki magnitudo antara 1,2 hingga 4,84.
Berdasarkan kedalamannya, gempa dangkal mendominasi dengan 96 kejadian. Sementara itu, sebanyak 33 kejadian merupakan gempa menengah dan tidak ditemukan gempa dalam selama periode pemantauan tersebut.
“Sebagian besar gempa berpusat di laut selatan Jawa akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia, sementara gempa dangkal di darat dipicu aktivitas patahan lokal,” ujar Ricko Kardoso, Jumat (16/10/2026).
Dari sisi frekuensi harian, aktivitas gempa tertinggi terjadi pada 9 Oktober dengan 30 kejadian. Sebaliknya, jumlah terendah tercatat pada 14 Oktober, yakni tujuh kejadian.
Lima Gempa Dirasakan Masyarakat
Dari total 129 kejadian, terdapat lima gempa yang getarannya dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur hingga Bali.
Gempa pertama terjadi pada 10 Oktober dengan magnitudo 4,4. Pusat gempa berada di laut, sekitar 100 kilometer barat daya Pacitan. Getarannya dirasakan dengan intensitas II MMI di wilayah Pacitan.
Pada 12 Oktober, dua gempa kembali tercatat dan dirasakan masyarakat. Gempa bermagnitudo 4,1 berpusat di laut, sekitar 44 kilometer selatan Kabupaten Blitar, dengan intensitas III MMI di Malang dan Blitar serta II MMI di Trenggalek dan Lumajang.
Masih pada tanggal yang sama, gempa bermagnitudo 4,6 terjadi di laut, sekitar 121 kilometer barat daya Lumajang. Getarannya dirasakan dengan intensitas III MMI di Malang, Lumajang, dan Jember.
Aktivitas serupa berlanjut pada 13 Oktober. Gempa bermagnitudo 4,9 tercatat berpusat di laut, sekitar 141 kilometer barat daya Jembrana, Bali. Getaran mencapai intensitas III MMI di Jember serta II hingga III MMI di Kuta Selatan, Denpasar, Karangasem, Lumajang, Malang, Blitar, dan Bondowoso.
Pada hari yang sama, gempa bermagnitudo 4,5 juga terjadi di laut, sekitar 103 kilometer selatan Pacitan. Gempa tersebut dirasakan dengan intensitas III MMI di Pacitan dan Trenggalek.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Menyikapi aktivitas kegempaan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat juga diminta mengakses informasi perkembangan gempa bumi melalui kanal resmi BMKG untuk memperoleh informasi yang akurat dan menghindari penyebaran kabar yang keliru.
Data pemantauan ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi, terutama di wilayah yang berada dekat dengan zona subduksi dan jalur patahan aktif. (had)











