Jawa Timur Diguncang 7.562 Gempa Sepanjang 2025, Mayoritas Akibat Subduksi Lempeng

Kepala Stasiun BMKG Geofisika Karangkates Malang, Mamuri, melakukan evaluasi dan kajian dalam rapat awal tahun 2026. (Mamuri for Baca Malang)

BACATODAY.COM – Aktivitas kegempaan di Jawa Timur sepanjang tahun 2025 terbilang tinggi. Stasiun BMKG Geofisika Karangkates, Malang, mencatat sebanyak 7.562 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Kepala Stasiun BMKG Geofisika Karangkates Malang, Mamuri, menjelaskan bahwa ribuan gempa tersebut memiliki karakteristik kedalaman dan penyebab yang beragam. Dari hasil analisis BMKG, 6.120 gempa merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer, 1.426 gempa menengah dengan kedalaman 60–300 kilometer, serta 16 gempa dalam yang kedalamannya melebihi 300 kilometer.

“Frekuensi gempa tertinggi terjadi pada bulan Juli dengan 763 kejadian, sementara Februari menjadi bulan dengan aktivitas terendah, yakni 503 kejadian,” ujar Mamuri dalam rilis laporan tahunan BMKG 2025.

Menurutnya, sebagian besar gempa bumi terjadi di laut selatan Jawa yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Selain itu, BMKG juga mencatat adanya gempa dangkal di wilayah daratan yang disebabkan oleh pergerakan patahan lokal.

Berdasarkan peta distribusi episenter BMKG, gempa dangkal di darat ditandai dengan warna merah, gempa menengah berwarna kuning, dan gempa dalam ditunjukkan dengan warna hijau.

Sepanjang 2025, tercatat 41 kejadian gempa bumi dirasakan langsung oleh masyarakat. Kondisi ini, kata Mamuri, menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik di Jawa Timur tergolong tinggi dan memerlukan kewaspadaan bersama.

“Fenomena ini merupakan bagian dari kondisi geologi Jawa Timur yang dipengaruhi aktivitas tektonik regional maupun patahan lokal. Masyarakat kami imbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan memahami potensi kebencanaan di wilayahnya,” pungkasnya. (had/yog)