
BACATODAY.COM – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan kekesalannya setelah menemukan adanya indikasi upaya yang diduga ingin menekannya. Hal itu muncul ketika ia menelaah laporan berbentuk presentasi PowerPoint terkait dugaan penyimpangan anggaran di kementeriannya.
Ia merasa janggal karena laporan yang diterimanya hanya terdiri dari beberapa halaman. Untuk memastikan isi sebenarnya, ia kemudian meminta dokumen lengkap dalam bentuk buku laporan. Setelah menerimanya, Dody menilai banyak hal yang tidak masuk akal dan minim bukti.
Menurutnya, sejumlah tuduhan yang muncul dalam laporan tersebut tidak disertai dasar yang jelas, termasuk isu-isu yang bahkan tidak relevan, apalagi jika dikaitkan dengan dugaan tindak pidana korupsi.
Dody juga menyinggung istilah “deep state” yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Ia merasa dirinya menjadi sasaran dari praktik tersebut, karena isi laporan justru mengarah pada pemeriksaan terhadap dirinya sebagai Menteri, bukan kepada pihak lain yang seharusnya diaudit.
Ia menilai laporan itu lebih banyak menyoroti aktivitas dirinya, seperti perjalanan dinas, dibandingkan fokus awal yang seharusnya menyasar pejabat lain di lingkungan kementerian.
Kecurigaannya semakin kuat karena pada awalnya ia hanya diberikan draft singkat dalam bentuk presentasi. Beruntung, ia meminta versi lengkap sehingga bisa melihat keseluruhan isi laporan. Dody pun berencana mendalami hal ini bersama Inspektur Jenderal Kementerian PU untuk mengetahui maksud sebenarnya dari penyusunan laporan tersebut.
Ia khawatir jika draft tersebut sempat tersebar, dirinya bisa disudutkan seolah-olah terlibat dalam kasus korupsi. Oleh karena itu, ia ingin memastikan kejelasan isi laporan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Dody menegaskan bahwa pengalamannya ini menjadi bukti bahwa fenomena “deep state” yang pernah disampaikan Presiden Prabowo bukanlah sekadar isu, melainkan sesuatu yang menurutnya benar-benar terjadi, termasuk di lingkungan Kementerian PU.(nrn/yog)











