BACATODAY.COM – Kota Batu menunjukkan prestasinya dalam peta digitalisasi finansial dengan meraih indeks capaian 99,3 persen pada ajang Championship TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Wilayah Kerja Bank Indonesia Malang tahun 2026, di Golden Tulip Holland Resort Batu, Rabu (15/4/2026).
Meski angka tersebut hampir menyentuh poin sempurna, Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa perjuangan sesungguhnya terletak pada perubahan perilaku masyarakat di lapangan.
Wali Kota Nurochman berbagi cerita menggelitik saat meninjau langsung penggunaan QRIS di Pasar Among Tani. Ia menemukan seorang pedagang yang justru menyembunyikan barcode QRIS di bawah meja.
“Setelah saya tanya, ternyata ia sembunyikan karena rekeningnya tersambung ke rekening istri. Ini fakta unik di lapangan yang menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya soal infrastruktur atau aplikasi, tapi soal adaptasi kebiasaan dan edukasi yang harus masuk ke celah-celah personal seperti itu,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur tersebut.
Bagi Cak Nur, digitalisasi bukan lagi sekadar gaya hidup atau mengikuti tren, melainkan instrumen vital untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan memudahkan warga. Dengan capaian 99,3 persen, Kota Batu kini fokus memperluas jangkauan digitalisasi hingga ke pelosok permukiman dan perumahan baru.
“Digitalisasi adalah kunci transparansi. Kita ingin manfaat ekonomi digital ini dirasakan merata, tidak hanya di pusat kota atau hotel berbintang, tapi sampai ke pedagang sayur dan UMKM di desa-desa,” tambahnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, memberikan apresiasi tinggi atas performa Kota Batu. Menurutnya, angka 99,3 persen merupakan prestasi luar biasa yang mencerminkan komitmen kuat pimpinan daerah dalam merespons perkembangan zaman.
“Angka ini bukan main-main. Ini bukti nyata Kota Batu serius dalam tata kelola keuangan yang akuntabel. Tantangan kita selanjutnya adalah memastikan digitalisasi ini inklusif, benar-benar menyentuh sektor pariwisata hingga pelaku usaha terkecil,” ungkap Indra.
Acara Championship TP2DD ini menjadi panggung bagi daerah-daerah di wilayah kerja BI Malang, termasuk Kota Probolinggo dan Kota Pasuruan yang turut hadir untuk saling berbagi strategi inovasi. Melalui forum ini, Kota Batu mempertegas posisinya bukan hanya sebagai tuan rumah yang ramah, tapi juga sebagai pionir transformasi ekonomi digital di Jawa Timur. (Dod)











