BMKG Catat 112 Gempa Guncang Jatim Sepekan, Didominasi Gempa Dangkal di Selatan Jawa

Stasiun Geofisika BMKG Malang merilis infografis aktivitas kegempaan Jawa Timur dan sekitarnya sepekan periode 16 hingga 22 Oktober 2026, sebanyak 112 kejadian. (BMKG)

BACATODAY.COM – Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malang mencatat aktivitas kegempaan cukup tinggi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya selama sepekan terakhir. Periode 16 hingga 22 Oktober 2026, sebanyak 112 kejadian gempa bumi terekam instrumen seismik.

Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengatakan aktivitas tersebut didominasi gempa dangkal. Dari 112 kejadian, 88 kejadian merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer, 24 kejadian gempa menengah dengan kedalaman 60 hingga kurang dari 300 kilometer, dan tidak ada kejadian gempa dalam.

Dari sisi magnitudo, gempa terbesar yang terekam mencapai M 4.02, sedangkan yang terkecil M 1.28.

Berdasarkan peta distribusi episenter, sebagian besar pusat gempa berada di laut sebelah selatan Pulau Jawa yang merupakan zona subduksi akibat pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Beberapa gempa dangkal juga tercatat terjadi di daratan akibat aktivitas sesar lokal.

Secara harian, puncak aktivitas terjadi pada 21 Oktober 2026 dengan 22 kejadian, sedangkan aktivitas terendah terjadi pada 19 Oktober 2026 dengan 10 kejadian.

Meski ratusan gempa terekam, BMKG memastikan tidak ada gempa yang dirasakan masyarakat selama periode tersebut.

“Selama periode 16 hingga 22 Oktober 2026, tidak ada kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya,” ujar Ricko Kardoso, Jumat (23/10/2026).

Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada, dan selalu mengakses informasi kebencanaan dari kanal resmi BMKG. (had)