Dies Natalis ke-44, Uskup Keuskupan Malang Pimpin Misa Syukur UKWK dan Dorong Kampus Adaptif di Era Digital

Misa Syukur dalam rangka Dies Natalis ke-44 yang dipimpin langsung oleh Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm., Uskup Keuskupan Malang, Selasa (12/5/2026). (ist)

BACATODAY.COM – Universitas Katolik Widya Karya Malang (UKWK) menggelar Misa Syukur dalam rangka Dies Natalis ke-44 yang dipimpin langsung oleh Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm., Uskup Keuskupan Malang, Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula St. Thomas Aquinas lantai 2, Jalan Bondowoso No. 2 Kota Malang itu dihadiri civitas akademika serta para volunteer yang turut mendukung kemajuan lembaga pendidikan tersebut di tengah tuntutan perubahan zaman.

Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm., mengatakan, Misa Syukur ini menjadi momentum harapan agar UKWK terus eksis, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman melalui dukungan berbagai pihak yang peduli terhadap kemajuan pendidikan.

“Semoga dengan hadirnya Ibu Regina, Universitas Katolik Widya Karya bisa semakin berkembang, mengikuti perubahan zaman, semakin maju, dan jumlah mahasiswanya terus bertambah,” tegasnya.

Sementara itu, Bruder Phokas Andreromes, CDD selaku Ketua Umum Yayasan Pendidikan Tinggi Katolik Adisucipto yang menaungi UKWK Malang menyampaikan, kehadiran Regina sebagai volunteer merupakan jawaban atas undangan Uskup Keuskupan Malang untuk membantu pengembangan kampus.

Ia berharap, ke depan UKWK Malang semakin berkembang dengan fasilitas belajar yang lebih representatif serta mampu menghasilkan lulusan yang mudah terserap di dunia kerja.

Rektor UKWK Malang, Frater Dr. Klemens Mere, S.E., M.Pd., M.M., M.H., M.A.P., M.Ak., M.P., menambahkan bahwa Dies Natalis ke-44 menjadi momentum evaluasi dan penguatan kampus agar semakin maju dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, kurikulum di UKWK harus terus disesuaikan agar tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mampu mendukung kemajuan institusi pendidikan.

Sementara itu, Regina Khaider selaku volunteer menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan pasar agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

“Kita harus mengikuti perkembangan pasar. Perguruan tinggi tidak bisa hanya menyediakan apa yang ada, tetapi harus mengikuti kebutuhan pasar dan tuntutan perubahan zaman,” ujarnya.

Perempuan yang juga volunteer UKWK ini menilai, kemajuan teknologi di berbagai bidang seperti hukum, sipil, dan teknologi digital berkembang sangat cepat sehingga lembaga pendidikan harus sigap melakukan penyesuaian.

“Kita akan berusaha memperbaiki sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan dan perkembangan pasar,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum dengan perkembangan teknologi digitalisasi. Menurutnya, apabila kampus mampu mengikuti perkembangan tersebut, maka tidak akan kesulitan mendapatkan mahasiswa baru. (yog/red)