Pengamat Sebut Manuver Politik Jokowi-Gibran Mengarah ke Pilpres 2029

Pengamat menilai berbagai manuver politik Jokowi, Gibran, dan relawan merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi menjelang Pilpres 2029, meski dukungan partai terhadap duet Prabowo-Gibran dinilai masih belum terlihat kuat.(inilahcom)

BACATODAY.COM – Pengamat politik sekaligus pendiri KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensa), menilai dinamika politik nasional masih terus berkembang, termasuk terkait posisi mantan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam hubungan politik dengan Presiden .

Menurut Hensa, Jokowi dan Gibran saat ini tengah berupaya memperkuat basis dukungan elektoral melalui pendekatan langsung kepada masyarakat atau blusukan. Strategi tersebut dinilai bertujuan meningkatkan elektabilitas keduanya agar tetap dipandang sebagai kekuatan politik yang layak diajak berkoalisi menjelang Pilpres 2029.

Ia berpendapat, jika posisi politik mereka semakin kuat, Prabowo akan memiliki keleluasaan menentukan pasangan calon wakil presiden sesuai preferensinya, sebagaimana pernah dilakukan Jokowi saat memilih Ma’ruf Amin maupun ketika menggandeng Boediono.

Hensa juga menilai apabila Gibran tidak kembali dipilih sebagai pendamping Prabowo pada Pilpres 2029, maka pengaruh politiknya berpotensi menurun. Menurutnya, kondisi tersebut tentu tidak diharapkan Jokowi yang menginginkan Gibran bersama Kaesang Pangarep tetap memiliki posisi penting di lingkar elite politik nasional.

Di sisi lain, Peneliti Senior Bidang Politik BRIN, Lili Romli, berpandangan bahwa apabila kewenangan atau ruang gerak politik Gibran sebagai wakil presiden memang dikurangi, hal itu bisa dimaknai sebagai upaya menghindari munculnya dualisme pengaruh atau “matahari kembar” dalam pemerintahan.

Sebelumnya, Jokowi telah meminta para relawannya agar terus memberikan dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode. Pernyataan tersebut disampaikan saat berada di Surakarta, Jawa Tengah, pada Juni 2026.

Sementara itu, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menyebut target awal konsolidasi relawan adalah mendorong Gibran kembali maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo pada Pilpres mendatang.

Meski demikian, Adi menilai gagasan melanjutkan duet Prabowo-Gibran untuk dua periode belum memperoleh respons yang kuat dari partai-partai politik pendukung pemerintah. Menurutnya, minimnya tanggapan tersebut memunculkan spekulasi bahwa konsolidasi relawan juga menjadi langkah awal untuk membuka peluang Gibran maju sebagai calon presiden apabila skenario berpasangan kembali dengan Prabowo tidak terwujud.

Ia menambahkan, eksistensi relawan Gibran di masa depan juga akan sangat bergantung pada peluang politik Gibran pada Pilpres 2029, sehingga berbagai langkah konsolidasi yang dilakukan saat ini dinilai sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.(nrn/yog)