Raja Brawijaya 2026 Kenalkan Perspektif Global kepada Mahasiswa Baru UB

Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan board bertema “Harapan Brawijaya untuk Dunia” untuk membuka cakrawala pemikiran mahasiswa baru agar mampu melihat persoalan dalam lingkup yang lebih luas dalam rangkaian Open House Raja Brawijaya 2026 yang berlangsung pada (29/8–30/8/2026) di Lapangan Rektorat UB.(Foto : ub.id)

BACATODAY.COM – Ketua Pelaksana Raja Brawijaya 2026, Muhamad Daffa Yasa Pratama, mengatakan tema “Harapan Brawijaya untuk Dunia” menjadi salah satu gagasan yang dihadirkan dalam rangkaian kegiatan Raja Brawijaya 2026. Tema tersebut merupakan bagian dari lima fokus isu yang diangkat, khususnya dalam memperkenalkan pentingnya memiliki perspektif global kepada mahasiswa baru.

Daffa menjelaskan, konsep tersebut diwujudkan melalui sebuah interactive board yang dapat diisi oleh mahasiswa baru angkatan 2026. Melalui media itu, para mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai harapan dan pandangan mereka mengenai dunia serta persoalan global yang sedang berkembang.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengumpulkan tulisan mengenai cita-cita mahasiswa baru. Lebih dari itu, mahasiswa diajak mulai melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang lebih luas sehingga mereka memiliki kesadaran bahwa kehidupan kampus juga memiliki keterkaitan dengan perkembangan yang terjadi di tingkat internasional.

Daffa yang merupakan mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota angkatan 2024 berharap mahasiswa baru dapat membangun wawasan yang lebih terbuka selama menjalani pendidikan di Universitas Brawijaya. Mereka diharapkan mampu mengikuti perkembangan isu global sekaligus memiliki kemampuan untuk memberikan respons yang kritis terhadap berbagai persoalan tersebut.

Ia menilai, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk melihat suatu isu dari berbagai perspektif. Dengan wawasan yang luas, mahasiswa diharapkan tidak mudah menerima informasi begitu saja, tetapi mampu memahami konteks dan dampak dari berbagai peristiwa yang terjadi di tingkat global.

Selain memperluas wawasan, mahasiswa baru juga didorong untuk mulai membangun pengalaman serta jejaring internasional. Hal tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik berskala internasional, mempelajari bahasa asing, serta berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa internasional yang berada di lingkungan Universitas Brawijaya.

Dalam pelaksanaannya, interactive board menjadi salah satu sarana yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi secara langsung. Mereka tidak hanya menuliskan harapan pribadi, tetapi juga diajak memikirkan persoalan, tantangan, dan peluang yang ada di tengah masyarakat dunia.

Konsep tersebut membuat kegiatan menjadi lebih interaktif karena mahasiswa dapat menuangkan gagasan mereka sekaligus melihat beragam pemikiran dari mahasiswa baru lainnya. Kehadiran board juga diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih eksploratif bagi peserta selama mengikuti Open House Raja Brawijaya 2026.

Salah satu mahasiswa baru Program Studi Kedokteran angkatan 2026, Humaira Aulia, turut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan harapannya. Ia memandang Universitas Brawijaya sebagai institusi pendidikan yang mempunyai potensi besar untuk memberikan kontribusi dan membawa dampak positif hingga ke tingkat internasional.

Humaira juga memiliki keinginan untuk mendapatkan pengalaman pendidikan di luar negeri. Salah satu harapannya adalah dapat mengikuti program pertukaran pelajar atau melanjutkan pendidikan di negara lain sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman dan wawasan akademiknya.

Menurut Humaira, kesempatan untuk belajar di lingkungan internasional juga dapat menjadi pengalaman berharga untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, serta perspektif dari masyarakat di negara lain. Pengalaman tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat ketika kembali berkontribusi di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh melalui kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membawa serta memperkenalkan nama Universitas Brawijaya di tingkat internasional. Baginya, mahasiswa tidak hanya memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, tetapi juga dapat menjadi representasi kampus dalam berbagai kegiatan global.

Melalui “Harapan Brawijaya untuk Dunia”, Raja Brawijaya 2026 berupaya memperkenalkan cara pandang global kepada mahasiswa sejak awal mereka memasuki dunia perguruan tinggi. Mahasiswa baru didorong untuk tidak hanya berfokus pada kehidupan akademik di dalam kampus, tetapi juga memahami perkembangan dunia yang semakin terhubung.

Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa angkatan 2026 untuk mengembangkan wawasan, membangun jejaring, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di tingkat internasional. Mereka diharapkan mampu melihat dirinya bukan hanya sebagai bagian dari Universitas Brawijaya, tetapi juga sebagai generasi muda yang memiliki peran dalam masyarakat global.(nrl/yog)