Manajemen JTP Group Resmikan Dua Wahana Baru

BACATODAY.COM – Jawa Timur Park 1 Kota Batu hari ini resmi mencatatkan sejarah baru dalam perkembangan wisata edukasi di Indonesia, manajemen Jatim Park (JTP) Group secara resmi membuka dua wahana edukasi terbaru dan terbesar, yakni Museum Mega Science Center dan Museum Budaya Nusantara.

Peresmian berlangsung meriah di area utama Jatim Park 1, Jalan Kartika No. 2, Kota Batu. Kegiatan acara dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur  Hj. Kofifah Indar Parawansa, M.Si, Wali Kota Batu, H. Nurochman, S.H., M.H, jajaran Forkopimda Kota Batu, Direksi Jatim Park Group, serta ratusan pelajar dan para tamu undangan lainnya.

Acara diawali dengan tari selamat datang khas Malang, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Kemeriahan mencapai puncaknya saat prosesi pemotongan pita dan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya kedua museum tersebut.

25 Tahun Jawa Timur Park 1

Direktur yang juga Konseptor dan Pengelola Utama Jawa Timur Park (JTP) Group, Rio Imam Sendjojo, menjelaskan bahwa pembangunan dua museum ini merupakan komitmen JTP 1 untuk kembali ke jati diri awal sebagai taman belajar.

“Selama 25 tahun lalu JTP 1 lahir dengan mimpi membuat belajar itu menyenangkan. Hari ini mimpi itu kita sempurnakan. Di Mega Science Center ada 120 alat peraga sains interaktif. Anak-anak tidak lagi menghafal rumus, mereka merasakan langsung bagaimana listrik bekerja, bagaimana gempa terjadi, bagaimana tubuh manusia bekerja. Sementara di Museum Budaya, kami ingin anak-anak zaman sekarang tidak kehilangan jati dirinya,” tuturnya pada awak media, Rabu (16/9/2026).

18 Al-Qur’an Kuno Berusia Ratusan Tahun

Dalam kesempatan yang sama, Maarketinganager & Public Relation JTP Group, Titik S. Ariyanto juga menambahkan, bahwa kawasan wisata edukasi seluas 3 hektar memiliki banyak sekali keunggulan dan kelebihan beserta fasilitasnya.

“Ya, disini terdapat 617 alat peraga sains yang terlengkap dan terbanyak di Asia. Pembanding di China ada 400 lebih, punya kita 617. Selain itu, disini juga terdapat koleksi budaya 1.023 artefak yang bernilai tinggi. Salah satu highlight ada 18 Al-Qur’an kuno berusia ratusan tahun. Maka dari itu, para wisatawan yang berkunjung disarankan mampir ke area budaya sebelum pulang,” imbuhnya.

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa konsep dan harapan bukan hanya sebatas edukasi dan pariwisata saja. Akan tetapi, edukasi yang detail dan menyentuh langsung.

“Karena alasannya anak zaman sekarang tidak cukup belajar lewat buku saja, tetapi harus praktek, menyentuh, dan mengalami langsung, biar ilmunya benar-benar masuk. Jadi pada intinya, ini wisata edukasi sains yang mengutamakan praktek langsung, plus punya koleksi budaya ribuan artefak termasuk Al-Qur’an kuno yang telah berusia ratusan tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, kehadiran dua museum ini sangat sejalan dengan visi Kota Batu sebagai Kota Wisata Edukasi Berkarakter.

“Kami tidak hanya ingin menjual wahana, tapi kami ingin menjual pengetahuan. Ini akan menjadi laboratorium hidup bagi ribuan pelajar se-Malang Raya dan magnet baru wisatawan domestik maupun mancanegara,” tandasnya.

Museum Mega Science Center

Museum ini mengusung konsep edutainment atau belajar sambil bermain. Para wisatawan yang berkunjung diajak berinteraksi langsung dengan fenomena sains, mulai dari Tesla Coil yang mengeluarkan listrik statis, simulasi gempa bumi, lorong ilusi gravitasi, hingga laboratorium anatomi tubuh manusia. Semua dikemas modern dan sangat instagramable.

Museum Budaya Nusantara

Jika Museum Mega Science Center membawa pengunjung ke masa depan, Museum Budaya Nusantara membawa para wisatawan yang berkunjung berkeliling Indonesia. Terdapat 38 anjungan yang mewakili 38 provinsi, mulai dari Galeri Etnik Nusantara, Galeri Etnik Papua, Keraton Nusantara, Kampung Batik, hingga koleksi topeng Malangan dan alat musik tradisional. Semuanya dipadukan dengan teknologi multimedia interaktif.

Kehadiran Museum Mega Science Center dan Museum Budaya Nusantara ini menjadi bukti bahwa liburan di Kota Batu tidak hanya soal kesenangan, tetapi juga tentang pengetahuan, kebanggaan budaya, dan investasi untuk generasi mendatang.

Usai peresmian, rombongan VIP dan awak media diajak melakukan museum tour untuk mencoba langsung berbagai wahana interaktif yang ada untuk dinikmati dan dirasakan keseruannya.

Sebagai informasi, dengan diresmikannya dua museum ini, Jatim Park 1 kini memiliki lebih dari 60 wahana edukasi dan hiburan dalam satu tiket. Manajemen menargetkan kenaikan kunjungan wisata edukasi hingga 20 persen di akhir tahun 2026. (Dod)