Polri Kerahkan Tim SAR Tangani Banjir Bandang di Kabupaten Solok

Polri mengerahkan tim SAR untuk mencari korban hilang dan membersihkan material banjir bandang yang menerjang Arosuka, Kabupaten Solok.(detikNews-detikcom)

BACATODAY.COM –

Polri langsung melakukan penanganan terhadap bencana banjir bandang atau galodo yang melanda kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sejumlah personel dikerahkan untuk mencari warga yang masih hilang, mengevakuasi korban, sekaligus membersihkan material banjir yang menghambat akses jalan dan fasilitas umum.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa keselamatan warga menjadi fokus utama dalam penanganan bencana tersebut. Personel mulai diterjunkan pada Senin (21/9) malam, tidak lama setelah galodo terjadi.

Menurut Trunoyudo, jajaran Polri bersama tim gabungan segera bergerak melakukan pencarian dan penyelamatan. Selain mengevakuasi korban, petugas juga membersihkan lumpur, batu, kayu, dan material lainnya yang menutup akses masyarakat.

Penanganan tidak hanya berfokus pada operasi SAR. Polri turut menyediakan sejumlah layanan bagi warga terdampak, seperti tempat pengungsian di Mapolres Solok, layanan kesehatan, dapur lapangan, hingga trauma healing untuk membantu kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak.

Galodo terjadi pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.30 WIB setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Solok sejak sore hari. Curah hujan tinggi membuat debit beberapa sungai meningkat. Longsoran dari kawasan perbukitan di bagian hulu Sungai Batang Laso kemudian membawa lumpur, pasir, batu, serta air yang menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka.

Material banjir juga mencapai ruas Jalan Raya Solok-Padang yang berada di sekitar Kantor Bupati Solok.

Tak lama setelah kejadian, Satbrimob Polda Sumbar menggelar apel pemberangkatan Tim SAR pada pukul 20.20 WIB. Tim kemudian menuju lokasi bencana sekitar pukul 21.00 WIB. Kekuatan awal terdiri atas dua SSK Tim SAR dari Mako Padang Sarai, Kota Padang, serta satu peleton dari Mako Yon B Kota Padang Panjang.

Operasi di lapangan dipimpin Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini dengan melibatkan personel Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Dit Samapta Polda Sumbar, Satbrimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, BPBD Kabupaten/Kota Solok, dan Kodim 0309 Solok.

Untuk menunjang pencarian dan penyelamatan, Polri membawa sejumlah peralatan SAR, di antaranya pelampung, helm SAR, cangkul, sekop, alat komunikasi HT, tali karmantel, karabiner, katrol, body harness, chain saw, dan genset.

Sejumlah kendaraan operasional juga dikerahkan, termasuk kendaraan water treatment, kendaraan SAR, Randurlap, bus, serta truk. Dalam proses pembersihan material, petugas turut menggunakan alat berat berupa ekskavator, wheel loader, dan beko dozer.

Sesampainya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan penyisiran untuk mencari warga yang masih dinyatakan hilang sekaligus membersihkan material longsor dan banjir. Data sementara mencatat empat warga mengalami luka, dengan tiga orang mengalami luka ringan dan satu lainnya menderita luka berat.

Tiga korban luka ringan diketahui bernama Muslihat (54), Anggiat Sirait (66), dan Yurnalis (45). Sementara Muhammad Nur Zen (56) mengalami patah tulang pada bagian anggota gerak bawah disertai perdarahan. Ia telah mendapat rujukan ke Semen Padang Hospital (SPH), Kota Padang.

Hingga pendataan sementara, dua warga masih belum ditemukan, yakni Dafi Arahman (21) dan Agusra (59). Tim SAR masih melakukan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi medan serta kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Di sisi lain, proses pembersihan terus dilakukan menggunakan tenaga personel dan alat berat untuk menyingkirkan lumpur, batu, serta kayu yang menutup akses warga.

Mapolres Solok turut disiapkan sebagai lokasi pengungsian bagi masyarakat yang membutuhkan tempat aman. Sekitar 50 warga diperkirakan membutuhkan tempat pengungsian berdasarkan pendataan awal. Selain Mapolres Solok, tempat pengungsian sementara juga disediakan di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

Polri juga membuka posko kesehatan, dapur lapangan, serta layanan trauma healing sebagai bentuk dukungan bagi warga yang terdampak secara fisik maupun psikologis.

Galodo turut menyebabkan sejumlah bangunan pemerintahan di Kabupaten Solok terdampak material. Kantor Dinas PUPR tertutup material setebal sekitar 30 sentimeter, sedangkan Kantor DPMN mencapai sekitar 20 sentimeter.

Beberapa kantor lainnya yang terdampak meliputi Kantor DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan BKPSDM. Ketebalan material di sejumlah lokasi tersebut diperkirakan mencapai 20 hingga 60 sentimeter.

Selain fasilitas pemerintahan, sekitar 100 rumah warga diperkirakan terdampak. Namun, jumlah tersebut masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh BPBD Kabupaten Solok.

Sejumlah kendaraan dinas dan milik warga juga terdampak bencana, sementara pendataan kendaraan roda dua masih dilakukan. Satu jembatan yang menjadi penghubung jalan utama Arosuka juga tertutup material sehingga belum bisa dilewati. Masjid Kayu Aro turut terdampak longsoran.

Penanganan bencana dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan keselamatan warga. Tim gabungan terus melakukan pencarian, evakuasi, pembersihan material, pengamanan kawasan, pembukaan akses, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak.

Trunoyudo mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk upaya Polri untuk hadir dan memberikan perlindungan kepada masyarakat selama kondisi darurat. Operasi pencarian dan penanganan akan terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait hingga warga terdampak memperoleh bantuan dan kebutuhan dasar yang diperlukan.(nrn/yog)