Kapolri Listyo Sigit Ajak Mahasiswa UMSU Bijak Gunakan Teknologi di Tengah Ancaman Kejahatan Siber

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Kuliah Umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Kota Medan.(Foto : detik)

BACATODAY.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk kegiatan yang memberikan manfaat. Menurutnya, penguasaan teknologi harus dibarengi dengan sikap bijak dan tanggung jawab agar mahasiswa dapat terhindar dari berbagai ancaman yang muncul di ruang siber.

Pesan tersebut disampaikan Jenderal Sigit ketika memberikan kuliah umum dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus Utama UMSU, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (28/9/2026).

PKKMB UMSU tahun 2026 diikuti oleh 6.027 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai latar belakang bidang pendidikan. Peserta tidak hanya berasal dari program studi agama dan pendidikan, tetapi juga dari bidang sosial-politik, pertanian, ekonomi, hukum, teknik, ilmu komputer dan teknologi informasi, kedokteran, hingga mahasiswa yang menempuh pendidikan pada jenjang pascasarjana dan doktoral.

Dalam kuliah umum tersebut, Jenderal Sigit menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat telah membuka banyak kesempatan bagi generasi muda. Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), misalnya, dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk menunjang proses belajar, mengembangkan ide baru, melakukan inovasi, hingga menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat.

Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut terdapat tantangan yang tidak bisa diabaikan. Ruang digital juga menjadi tempat berkembangnya beragam bentuk kejahatan dan penyalahgunaan teknologi. Ancaman tersebut antara lain berupa penipuan daring, pencurian data pribadi, phishing, judi online, penyebaran hoaks, disinformasi, pembuatan konten deepfake, serta tindak kejahatan lain yang memanfaatkan teknologi berbasis AI.

Karena itu, Jenderal Sigit meminta mahasiswa untuk memiliki karakter dan integritas yang kuat ketika beraktivitas di dunia digital. Kemampuan menggunakan teknologi, menurutnya, perlu disertai kesadaran untuk membedakan informasi yang benar dan menyesatkan serta memahami risiko dari setiap aktivitas yang dilakukan di internet.

“Bangun karakter dan integritas, kuasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya serta mengambil peran di tengah masyarakat,” ujar Jenderal Sigit.

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki posisi penting dalam menghadapi perubahan teknologi. Kemampuan digital yang dimiliki sebaiknya tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan inovasi dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Menurut Jenderal Sigit, tingginya penggunaan internet dan media sosial di Indonesia membuat literasi digital menjadi kebutuhan yang semakin penting. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami, memeriksa, serta menyaring informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya kepada orang lain.

Hal tersebut menjadi penting karena media sosial dan berbagai platform digital kini menjadi salah satu sumber utama masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai berbagai peristiwa. Arus informasi yang begitu cepat juga membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati agar tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu ataupun informasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan.

Data Digital News Report 2026 menunjukkan bahwa 64 persen responden di Indonesia memperoleh berita melalui media sosial. Sementara itu, sebanyak 48 persen responden menjadikan media sosial dan jaringan video sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi.

Dengan kondisi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab. Penggunaan teknologi secara tepat diharapkan dapat membantu mereka berkembang sekaligus mencegah keterlibatan dalam berbagai persoalan yang muncul di ruang digital.(nrl/yog)