
BACATODAY.COM – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Malang mendorong pengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua ICMI Orda Kabupaten Malang, H. Makhrus Sholeh. Menurutnya, selain padi dan jagung yang selama ini menjadi komoditas pertanian utama, Kabupaten Malang memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman buah, khususnya durian dan alpukat.
“Selain padi dan jagung yang selama ini menjadi komoditas pertanian utama, ICMI melihat potensi besar pada pengembangan tanaman buah, khususnya durian dan alpukat,” kata Makhrus.
Ia menilai, pengembangan komoditas tersebut perlu melibatkan petani secara langsung, terutama di tingkat desa. Menurutnya, banyak lahan di wilayah pedesaan yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sentra komoditas buah bernilai ekonomi tinggi.
“Kita ingin mendorong buah-buahan seperti durian dan alpukat karena nilai ekonominya tinggi. Potensi lahan yang tersedia di wilayah Kabupaten Malang perlu diarahkan pada komoditas yang memiliki nilai tambah dan prospek ekonomi jangka panjang,” ujarnya.
Untuk merealisasikan gagasan tersebut, ICMI Kabupaten Malang membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi dan lembaga yang memiliki perhatian terhadap sektor pertanian serta peningkatan ekonomi masyarakat.
Pengusaha properti ini menegaskan, setiap program yang dirancang ICMI harus memiliki konsep yang jelas dan dapat diimplementasikan. Mulai dari bentuk kegiatan, waktu pelaksanaan, hingga pihak yang bertanggung jawab harus dirumuskan secara konkret.
“Usulan kita harus konkret dan jelas. Apa yang dikerjakan, lalu kapan dikerjakan, dan siapa yang akan mengerjakan harus jelas. Yang paling penting adalah bentuk aksi nyata di lapangan,” tegasnya, Sabtu (3/10/2026), usai pelantikan pengurus ICMI Kabupaten Malang.
Selain pelantikan pengurus, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara ICMI Orda Kabupaten Malang dan Universitas Kepanjen. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara organisasi cendekiawan dan dunia pendidikan.
Kolaborasi itu diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, serta kontribusi akademik dalam mendukung pembangunan daerah.
“ICMI Kabupaten Malang menargetkan perannya tidak berhenti sebagai wadah berhimpun para cendekiawan muslim,” tambahnya.
ICMI Kabupaten Malang ingin gagasan yang lahir dari organisasi tersebut dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat langsung, khususnya dalam penguatan ekonomi serta pembangunan daerah. (mrg)











