
BACATODAY.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang mencatat telah menyalurkan sebanyak 3.982.050 liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan hingga Rabu (7/10/2026).
Distribusi tersebut telah menjangkau 14 desa yang tersebar di 6 kecamatan, meliputi Kecamatan Sumawe, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak. Penyaluran mencakup 800 ritase pengiriman yang dimanfaatkan oleh 5.799 Kepala Keluarga atau sekitar 18.414 jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., mengatakan penanganan krisis air bersih menjadi prioritas utama guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
“Kami bersama seluruh unsur instansi terkait bergerak cepat menyalurkan air bersih secara berkesinambungan ke daerah terdampak puncak musim kemarau agar kebutuhan harian masyarakat tetap terpenuhi,” kata Purwoto, Sabtu (10/10/2026).
Penyaluran air bersih dilaksanakan atas dasar Keputusan Bupati Malang Nomor 100.3.3.2/465/35.07.013/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Malang.
Langkah penanganan melibatkan kolaborasi lintas pihak, di antaranya Pemadam Kebakaran, PMI, Perumda Tirta Kanjuruhan, Perum Jasa Tirta I Karangkates, perangkat desa setempat, serta lembaga kemanusiaan seperti AMCF.
Krisis air bersih di kawasan selatan Kabupaten Malang dipicu oleh puncak musim kemarau yang mengakibatkan menurunnya debit mata air warga.
BPBD Kabupaten Malang menyampaikan data terdampak bersifat dinamis, mengingat pemantauan rutin, koordinasi, dan proses validasi data kebutuhan masih berlangsung. Perkembangan informasi akan disampaikan pada update berikutnya. (had)











