Wabup Malang Pesan Wisudawan UMM Tak Lupakan Orang Tua dan Terus Berkontribusi bagi Masyarakat

Sentuh Hati Wisudawan UMM, Berikut Pesan Wabup Malang.(Foto : umm.id)

BACATODAY.COM – Nuansa penuh haru terasa dalam pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-123 Periode III Tahun 2026 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kecamatan Karangploso, Selasa (29/9) pagi. Ribuan mahasiswa yang dinyatakan lulus hadir bersama orang tua serta keluarga untuk merayakan pencapaian akademik mereka.

Kehadiran Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, turut memberikan warna tersendiri dalam acara tersebut. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan sekaligus menitipkan sejumlah pesan sebagai bekal bagi mereka dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Mewakili dirinya secara pribadi dan Pemerintah Kabupaten Malang, Lathifah menyampaikan penghargaan atas keberhasilan para wisudawan yang telah menuntaskan pendidikan di UMM. Menurutnya, kelulusan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.

Prosesi wisuda UMM sendiri berlangsung dalam empat hari berbeda, yakni pada 22, 24, 29 September serta 1 Oktober 2026. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa perkuliahan sekaligus awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun mengambil peran di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Malang menilai jumlah lulusan yang mengikuti rangkaian wisuda juga menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap UMM. Perguruan tinggi tersebut dinilai memiliki peran dalam menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan serta kompetensi untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Dalam kesempatan itu, Lathifah mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh gelar akademik yang diperoleh. Ada proses panjang, doa, dukungan, serta pengorbanan orang tua yang ikut mengantarkan seorang mahasiswa hingga berada di titik kelulusan.

Ia pun meminta para lulusan agar tidak melupakan jasa kedua orang tua ketika nantinya telah meraih keberhasilan dalam karier maupun kehidupan.

“Jangan pernah melupakan orang tua. Kesuksesan yang kita raih tidak terlepas dari doa dan bakti kepada mereka. Karena itu, setinggi apa pun pendidikan dan jabatan yang kita capai, tetaplah hormati dan bahagiakan orang tua,” pesan Lathifah.

Menurutnya, pencapaian profesional seharusnya berjalan beriringan dengan sikap rendah hati, kepedulian terhadap sesama, serta keinginan untuk memberikan manfaat. Para lulusan diharapkan tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga mampu berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat.

Lathifah juga memberikan motivasi kepada wisudawan yang memiliki rencana meneruskan pendidikan ke jenjang magister. Ia meminta persoalan biaya tidak dijadikan penghalang untuk mengembangkan kemampuan dan mewujudkan cita-cita.

Berbagai program beasiswa, kata dia, dapat menjadi alternatif bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan. Beberapa di antaranya adalah LPDP, Beasiswa Unggulan, serta program beasiswa yang disediakan oleh sejumlah yayasan.

“Jangan berkecil hati karena persoalan biaya. Banyak peluang beasiswa yang bisa dimanfaatkan, baik LPDP, Beasiswa Unggulan maupun berbagai program dari yayasan. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan berusaha. Siapa yang bersungguh-sungguh, insyaallah akan diberikan kesuksesan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Selain berbicara mengenai masa depan para lulusan, Wakil Bupati Malang turut menyinggung peran perguruan tinggi swasta dalam perkembangan dunia pendidikan nasional. Menurutnya, keberadaan PTS selama ini telah memberikan kontribusi yang besar dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.

Lathifah juga mengingat kembali pengalamannya ketika menjalankan tugas di Komisi X DPR RI bersama Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., yang saat ini menjadi Ketua Badan Pembina Harian UMM. Dari pengalaman tersebut, ia melihat bahwa lembaga pendidikan swasta telah lama mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Ia menilai kontribusi sekolah maupun perguruan tinggi swasta sudah berlangsung jauh sebelum pemerintah memiliki kemampuan untuk menyediakan fasilitas pendidikan negeri secara merata di berbagai daerah.

Atas dasar itu, ia berharap dukungan pemerintah terhadap perguruan tinggi swasta terus diperkuat. Menurutnya, hubungan antara pemerintah dan PTS perlu dibangun melalui pendampingan serta kerja sama yang berkelanjutan.

“PTS memiliki jasa besar dalam mencerdaskan bangsa. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta harus terus diperkuat agar kontribusi yang telah diberikan dapat semakin luas dirasakan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Lathifah juga mengajak UMM untuk meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Malang. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membantu menjawab berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Kabupaten Malang memiliki wilayah yang luas dengan 33 kecamatan dan jumlah penduduk yang mendekati 2,8 juta jiwa. Kondisi tersebut membuat pemerintah membutuhkan dukungan dari berbagai unsur, termasuk perguruan tinggi, dalam merancang dan menjalankan program pembangunan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah adalah Angka Tidak Sekolah (ATS) serta upaya mengurangi tingkat kemiskinan. Dalam hal ini, Lathifah mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UMM melalui program KKN/KM yang bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Melalui program tersebut, mahasiswa dapat terlibat langsung di tengah masyarakat dan membantu mencari solusi berdasarkan kondisi serta kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan perguruan tinggi, termasuk UMM, untuk bersama-sama menghadirkan solusi bagi masyarakat. Kolaborasi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian harus terus diperkuat,” tegasnya.

Dengan demikian, pelaksanaan Wisuda ke-123 UMM tidak hanya menjadi perayaan atas keberhasilan akademik para mahasiswa. Momentum tersebut juga menjadi pengingat agar para lulusan terus mengembangkan diri, menghasilkan karya, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta tetap menghargai peran orang tua dalam perjalanan mereka menuju kesuksesan.(nrl/yog)