BACATODAY.COM — Ribuan wisudawan Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang merayakan kelulusan dengan suasana penuh haru dan kebahagiaan. Namun, di balik kemeriahan prosesi wisuda, kampus juga mengajak keluarga besar UIBU menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang tengah tertimpa bencana.
Wisuda yang digelar Kamis (10/9/2026) tersebut mengusung tema “UIBU.. I Always Miss U”. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik para mahasiswa sekaligus langkah awal mereka memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.
Ribuan wisudawan bersama keluarga, sivitas akademika, serta tamu undangan memenuhi rangkaian acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah.
Tahun ini, lulusan berasal dari tiga fakultas dan satu program pascasarjana, yakni Fakultas Eksakta dan Keolahragaan, Fakultas Sosial dan Humaniora, Fakultas Teknik, serta Program Magister Pendidikan Olahraga.
Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran grup musik Guyon Waton yang tampil sebagai bintang tamu dalam konsep wisudatainment yang menjadi bagian dari perayaan kelulusan UIBU.
Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., mengatakan wisuda merupakan momentum penting, bukan hanya bagi mahasiswa, tetapi juga keluarga yang selama ini memberikan dukungan selama proses pendidikan.
Menurut Nurcholis, keberhasilan para wisudawan merupakan buah dari perjalanan panjang yang diwarnai kerja keras, doa, serta dukungan orang tua dan berbagai pihak.
“Wisuda hari ini adalah perayaan atas perjuangan panjang para mahasiswa. Ada proses belajar, ada kerja keras, ada doa orang tua, dan ada dukungan banyak pihak yang mengantarkan mereka sampai pada titik ini,” ujar Nurcholis.
Ia menambahkan, UIBU ingin menjadikan wisuda sebagai momentum yang membahagiakan sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi para lulusan.
Salah satu tradisi yang dipertahankan UIBU dalam pelaksanaan wisuda adalah pemberian ijazah secara langsung kepada lulusan pada saat prosesi wisuda.
Menurut Nurcholis, kebijakan tersebut merupakan bentuk apresiasi kampus kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya.
“Ketika mahasiswa sudah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya, kami ingin mereka menerima haknya pada hari yang sama. Mereka datang sebagai mahasiswa dan pulang sebagai lulusan yang membawa ijazahnya,” jelasnya.
Wisuda Disertai Pesan Kemanusiaan
Di tengah suasana bahagia, UIBU juga menyisipkan pesan kemanusiaan. Wisuda tahun ini menjadi momentum untuk mengajak keluarga besar kampus memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran di Kalimantan.
Nurcholis menegaskan, kebahagiaan tidak seharusnya membuat masyarakat melupakan mereka yang sedang menghadapi musibah.
“Wisuda adalah momentum kebahagiaan, namun kita juga ingin tetap memiliki kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Gempa di NTT dan kebakaran di Kalimantan mengingatkan kita bahwa kebahagiaan harus berjalan bersama kepedulian,” tegasnya.
Menurutnya, nilai kemanusiaan menjadi bagian penting yang terus ditanamkan di lingkungan UIBU, tidak hanya melalui kegiatan akademik, tetapi juga dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan dan sosial.
Prestasi Mahasiswa Ikut Jadi Kebanggaan
Selain merayakan kelulusan, wisuda juga menjadi panggung apresiasi bagi mahasiswa yang selama menempuh pendidikan berhasil menorehkan berbagai prestasi.
Capaian tersebut datang dari berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik. Sejumlah mahasiswa tercatat berprestasi dalam kompetisi dan kegiatan ilmiah, olahraga, seni, kreativitas, organisasi, hingga berbagai ajang lainnya.
Prestasi tersebut bahkan diraih hingga tingkat nasional dan internasional.
Nurcholis mengatakan, capaian para mahasiswa menjadi salah satu kebanggaan bagi UIBU sekaligus membuktikan bahwa lulusan kampus memiliki kemampuan untuk bersaing di berbagai bidang.
“Prestasi mahasiswa adalah kebanggaan bagi UIBU. Kami ingin mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang sesuai potensinya. Ada yang unggul di bidang akademik, olahraga, seni, organisasi, dan bidang lainnya,” ungkapnya.
Ditutup Penampilan Guyon Waton
Setelah prosesi wisuda berlangsung khidmat, suasana berubah menjadi lebih meriah ketika Guyon Waton tampil di hadapan para wisudawan dan keluarga.
Kehadiran grup musik tersebut menjadi bagian dari konsep wisudatainment yang dikembangkan UIBU untuk memberikan pengalaman berbeda dalam perayaan kelulusan.
Tema “UIBU.. I Always Miss U” pun terasa semakin kuat. Para lulusan meninggalkan kampus dengan membawa ijazah, pengalaman, prestasi, serta kenangan yang akan terus melekat dalam perjalanan mereka.
Wisuda 2026 sekaligus menjadi momentum UIBU melepas para lulusan menuju dunia profesional, masyarakat, dan berbagai ruang pengabdian.
Di balik perayaan tersebut, UIBU menegaskan pesan bahwa pendidikan tidak hanya tentang kompetensi dan prestasi, tetapi juga tentang membangun kepedulian dan nilai kemanusiaan.
“Harapan kami, para lulusan tidak hanya memiliki kompetensi dan prestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama,” tandas Nurcholis. (him)












