BACATODAY.COM – Bertempat di Zam-Zam Hotel & Convention, Jalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu laksanakan giat Rapat Kerja (Raker) Tahunan 2025. Raker ini menjadi ajang untuk mengevaluasi pasca Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025, sekaligus juga menyusun program pembinaan bagi para atlet untuk menuju Porprov 2027 mendatang.
Selain itu, Raker diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang strategis, itu juga termasuk dengan rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Kota Batu pada 2026 sebagai wadah untuk pembibitan bagi para atlet menuju Porprov 2027 mendatang. Dalam wawancara singkatnya, Sentot Ari Wahyudi, S.Sos selaku Ketua KONI Kota Batu menyampaikan bahwa Raker merupakan amanat dari anggaran dasar dan rumah tangga dalam organisasi.
“Rapat kerja ini penting sebagai sarana untuk mengevaluasi penggunaan dana hibah dari Pemkot Batu, sekaligus juga merancang arah penggunaan anggaran untuk pembinaan olahraga ke depan,” tutur Sentot sapaan akrabnya disela giat Raker, Sabtu (8/11/2025).
Ia menambahkan, Raker ini juga untuk mengevaluasi pelaksanaan Porprov 2025 yang lalu, berkaitan dengan penggunaan anggaran yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota Batu.
“Hasil evaluasi melalui Raker ini, kami juga akan merancang program pembinaan menuju Porprov 2027 di tahun yang akan datang,” imbuhnya.
Lebih lanjut Sentot juga menjelaskan, jika para atlet Kota Batu telah berhasil menembus peringkat tujuh besar dalam pelaksanaan Porprov 2025 lalu.
“Maka dari itu, evaluasi diperlukan, dimana salah satu tujuannya agar para atlet dapat meningkat prestasinya. Dalam hal ini, tentunya kita harus bangga, karena bisa masuk tujuh besar, Namaun akan tetapi jangan merasa cepat puas, apalagi sampai lengah. Itu karena prestasi harus terus ditingkatkan, dan kita juga harus memikirkan masa depan para atlet setelah mereka tidak lagi aktif bertanding,” jelasnya.
Masih kata Sentot, dikarenakan faktor usia, saat ini kurang lebih sekitar 33 orang atlet tidak bisa berlaga pada Porprov 2027.
“KONI Kota Batu menyiapkan langkah regenerasi, sekaligus juga membuka peluang bagi para atlet peraih medali perak dan perunggu untuk dapat meningkatkan prestasinya. Saat ini, terdapat 33 atlet yang usianya nanti tidak bisa ikut Porprov berikutnya. Maka, kami akan fokus untuk melakukan seleksi dan pembinaan ulang lagi bagi atlet-atlet potensial peraih perunggu dan perak,” kata Sentot.
Selain evaluasi dan pembinaan, KONI Kota Batu, juga akan menambah dua cabang olahraga baru, yakni Kurash dan Hapkido, yang digadang-gadang berpotensi dapat meraih medali di level tingkat provinsi.
“Karena itu, dua cabor baru ini akan segera kita kukuhkan. Kami berharap, agar keduanya dapat meraih medali untuk Kota Batu di ajang Porprov 2027 mendatang,” ujarnya.
Pihaknya dalam hal ini, juga berkomitmen untuk terus dan selalu mendukung para atlet yang berprestasi melalui lewat jalur pendidikan.
“Karena, sebagian besar atlet saat ini masih duduk di bangku SMA, sehingga perlu dilakukan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Batu untuk menjamin mereka, agar tetap bisa menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan olahraga,” tandasnya.
Beberapa para atlet yang masih menempuh pendidikan it juga telah mengajukan beasiswa, dan ada yang diterima melalui Dinas Pendidikan.
“Oleh sebab itu, kami akan tindak lanjuti agar mereka bisa tetap fokus berprestasi sambil menempuh pendidikan di sekolahnya,” tutup sentot.
Anggaran Terbatas, Rp 7 Miliar Tiap Tahun untuk KONI Kota Batu
Sementara itu, ditempat dan waktu yang sama, M. Chori, selaku Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Pemerintah Kota (Pemkot Batu) menguraikan bahwa, KONI Kota Batu dapat memetakan cabang olahraga potensial di tengah keterbatasan anggaran dari Pemkot Batu.
“Dikarenakan kondisi keuangan yang terbatas ini hanya Rp 7 miliar tiap tahun, diperlukan skala prioritas. KONI harus memetakan cabor yang mempunyai potensi besar dengan harapan atlet-atlet dapat meraih prestasi di ajang Porprov 2027 mendatang,” urai Chori pada awak media.
Menurutnya, Pemkot Batu juga berencana memperkuat sarana olahraga, dimana salah satunya dengan membangun sport center sebagai fasilitas untuk latihan bagi para atlet.
“Selama ini banyak sekali atlet Kota Batu yang masih berlatih di luar Kota Batu, karena keterbatasan fasilitas yang tentunya dengan tetap membayar sewa tempat. Oleh sebab itu, bapak Wali Kota Batu saat ini sedang mengupayakan pembangunan sport center ke pemerintah pusat,” sebutnya.
Berkaitan dengan rencana pembangunan sport center yang dimaksud telah memiliki dokumen perencanaan, dan studi kelayakan yang siap untuk sewaktu-waktu diajukan.
“Dua titik tempat alternatif lokasinya masih dalam tahap pengkajian, yaitu di seputaran Stadion Brantas dan di Jalibar Desa Oro-oro Ombo,” pungkasnya. (Dod)











