
BACATODAY.COM – Aksi pencurian disertai penganiayaan berat terjadi di kawasan bawah fly over Jalan Raya Cemorokandang, RT 007 RW 003, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (9/5/2026) malam.
Korban diketahui bernama Mat Suhadi (51), warga Jalan Jabal Nur, Kota Malang. Sehari-hari, korban bekerja sebagai tukang batu sekaligus petugas jaga malam di Perumahan Cemara Diamond Townhouse, kawasan Cemorokandang.
Peristiwa berdarah itu pertama kali diketahui setelah Ketua RT setempat, Arifin, melaporkan adanya korban penusukan kepada polisi sekitar pukul 19.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Satreskrim Polresta Malang Kota bersama Polsek Kedungkandang langsung mendatangi lokasi kejadian.
Saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), korban telah lebih dulu dievakuasi warga ke RSSA Malang untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, Suhadi diduga ditusuk pelaku pencurian yang beraksi di kantor pemasaran Perumahan Cemara Diamond Townhouse.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku sempat kabur setelah aksinya diketahui korban. Korban kemudian mengejar pelaku hingga kawasan fly over.
“Pelaku dikejar sampai fly over,” ujar Suhar, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Saat dikejar, pelaku diduga panik lalu menyerang korban menggunakan senjata tajam. Pisau tersebut ditusukkan ke bagian perut korban hingga Suhadi tergeletak bersimbah darah.
Melihat warga mulai berdatangan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan barang bukti berupa kusen galvalum yang diduga hasil curian pelaku. Barang tersebut ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhirin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam sekaligus memburu pelaku.
Berdasarkan keterangan para saksi, pelaku memiliki ciri-ciri berjenis kelamin laki-laki, berambut pendek rapi, mengenakan jaket abu-abu, bertubuh tinggi besar dengan tinggi sekitar 175 sentimeter, serta mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna biru.
“Korban sempat menjalani perawatan intensif di RSSA Malang akibat luka berat yang dideritanya. Namun pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan,” ujar Lukman.
Ia menambahkan, polisi telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mengamankan TKP, memeriksa saksi-saksi, mengamankan barang bukti, hingga membuat visum et repertum (VER) atas meninggalnya korban. (mrg/red)











