Diskominfops Barito Timur Dorong KIM Desa Manfaatkan Teknologi AI untuk Produksi Berita

Diskominfops Bartim memberikan arahan kepada KIM di salah satu desa di kabupaten setempat, kemarin.(Foto : antara)

BACATODAY.COM – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfops) Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, terus mendorong Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di tingkat desa untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu proses pembuatan berita sekaligus memperluas penyebaran informasi melalui media digital.

Langkah ini dilakukan melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan pembinaan terhadap pengelolaan situs web KIM. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pengurus KIM dalam mengelola media informasi desa agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfops Kabupaten Barito Timur, Limer, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP), Wayan Cakre, menyampaikan hal tersebut di Tamiang Layang, Jumat.

Wayan menjelaskan bahwa pihaknya secara berkelanjutan mengadakan pelatihan penggunaan aplikasi AI bagi pengurus KIM di desa. Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan semakin terampil dalam menyusun dan memublikasikan berita mengenai berbagai kegiatan serta perkembangan di wilayah masing-masing.

Sejumlah KIM telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Diskominfops Barito Timur. Pada 13 Oktober 2026, pelatihan diberikan kepada KIM Puri Jaya dan KIM Lenggang yang berada di Desa Puri, Kecamatan Raren Batuah. Selanjutnya, pada 15 Oktober 2026, kegiatan serupa dilaksanakan bersama KIM Lampeong Makmur dan KIM Tumpuk Natat di Desa Lampeong, Kecamatan Pematang Karau.

Menurut Wayan, keberadaan KIM memiliki peran penting dalam menjembatani penyampaian informasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, pengurus KIM perlu meningkatkan keterampilan dalam mengelola situs web serta menghasilkan berita yang informatif dan mudah diakses oleh publik.

Melalui peningkatan kemampuan tersebut, berbagai informasi mengenai program pemerintah desa, potensi daerah, hingga kegiatan masyarakat dapat dipublikasikan dengan jangkauan yang lebih luas. Situs web KIM juga diharapkan menjadi media yang aktif dalam mendukung penyebaran informasi positif di lingkungan masyarakat.

Wayan menambahkan bahwa penggunaan teknologi AI dapat membantu pengurus KIM dalam menyusun materi berita. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap harus dilakukan secara bijak dengan memastikan seluruh informasi yang disampaikan sesuai dengan fakta.

Dalam pelaksanaannya, tim Diskominfops Barito Timur memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta. Proses pembinaan berlangsung melalui dialog dan diskusi terbuka sehingga pengurus KIM dapat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, baik dalam menjalankan kegiatan maupun ketika mengelola media informasi desa.

Kegiatan diawali dengan pengisian kuesioner monitoring dan evaluasi (monev) untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan pengelolaan KIM. Setelah itu, peserta memperoleh bimbingan mengenai cara mengakses dan mengelola situs web, dilanjutkan dengan penyampaian materi serta praktik penggunaan aplikasi AI untuk membantu penyusunan berita.

Tidak hanya menerima materi, para peserta juga diberi kesempatan untuk langsung mempraktikkan proses penerbitan berita melalui situs web KIM masing-masing. Setelah berita dipublikasikan, mereka membagikan tautan hasil publikasi agar dapat diperiksa dan diakses oleh masyarakat desa maupun pembaca dari wilayah lainnya.

Melalui pendekatan praktik langsung tersebut, pengurus dan administrator KIM diharapkan dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam aktivitas publikasi sehari-hari. Penggunaan AI juga diharapkan mampu mempermudah proses penyusunan berita, mengurangi kendala teknis, serta membuat pengelolaan informasi desa menjadi lebih efektif.

Meski demikian, Diskominfops Barito Timur menekankan bahwa teknologi AI tidak dapat menggantikan proses pemeriksaan informasi. Setiap berita yang akan diterbitkan harus melalui verifikasi fakta, termasuk pengecekan nama, waktu, lokasi, dan data pendukung lainnya.

Langkah tersebut diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat, dapat dipercaya, serta dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga tetap menjaga kualitas informasi yang dipublikasikan.

Diskominfops Kabupaten Barito Timur berharap pembinaan dan pelatihan ini dapat memperkuat kemandirian KIM dalam menghasilkan serta menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Wayan menegaskan bahwa dukungan teknologi digital diharapkan semakin memperkuat peran KIM dalam memperkenalkan potensi desa sekaligus mendorong terwujudnya keterbukaan informasi publik.(nrl/yog)