BACATODAY.COM – Fakultas Pertanian Universitas Katolik Widya Karya Malang menggelar seminar bertema roti sourdough atau roti sehat yang dinilai bermanfaat bagi keluarga serta penderita diabetes dan penyakit jantung. Kegiatan berlangsung di Aula St. Aquina lantai 2 kampus UKWK Malang, Jalan Bondowoso No. 2 Kota Malang, Sabtu (23/5/2026).
Seminar ini menghadirkan edukasi mengenai pola hidup sehat melalui konsumsi makanan sehat, khususnya roti sourdough yang dibuat tanpa ragi instan dan melalui proses fermentasi alami.
Kaprodi Teknologi Pangan Handini, S.P, MP menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan juga sebagai pembelajaran bagi mahasiswa agar bisa membuat roti sehat dan sebagai peluang usaha kedepannya. Dalam kegiatan ini juga ditampilkan aneka olahan hasil produk mahasiswa Teknologi Pangan.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UKWK Malang, Hendrikus Nendra Prasetya mengatakan, kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat kini semakin meningkat, termasuk dalam memilih makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
“Roti sourdough menjadi salah satu solusi hidup sehat. Sekarang masyarakat sudah tidak bisa terpisahkan dari roti, sehingga bagaimana caranya kita tetap bisa menikmati roti dengan sehat,” katanya.
Dalam seminar tersebut, UKWK menghadirkan pemateri Veronica Riva Yunita, pemilik usaha kuliner Roti Mamajon yang tengah mengembangkan produk roti sourdough di Kota Malang.
Hendrikus menambahkan, seminar ini juga bertujuan mengajak para ibu agar lebih peduli terhadap kesehatan keluarga, terutama anak-anak, di tengah maraknya makanan instan dengan kandungan natrium dan bahan tambahan yang tinggi.
“Melalui seminar ini kami mencoba mengenalkan alternatif makanan sehat yang tepat bagi keluarga,” jelasnya.
Ia menyebut, setelah tahap seminar pengenalan, pihak kampus berencana mengadakan workshop pembuatan roti sourdough bagi peserta yang ingin mendalami praktik pembuatannya.
Selain itu, seminar juga menghadirkan ahli gizi sekaligus Dosen Teknologi Pangan UKWK Malang, Aloisia Lovi Widiati.
Veronica Riva Yunita mengungkapkan, dirinya mulai mengenal sourdough sejak awal 2024 karena penasaran dengan manfaatnya bagi kesehatan. Ia kemudian mencoba membuat starter sendiri dan merasakan manfaatnya untuk keluarga, termasuk anaknya yang memiliki alergi tertentu.
“Anak saya yang kecil alergi, lalu saya coba buat sourdough dan ternyata cocok. Sekarang peminatnya di Malang juga cukup baik,” ujarnya.
Menurut Veronica, meski peminat sourdough masih terbatas pada kalangan tertentu karena cita rasanya berbeda dengan roti biasa, permintaan tetap stabil. Harga roti sourdough yang diproduksinya bervariasi mulai Rp40 ribu hingga Rp60 ribu.
“Pembelinya memang tidak terlalu banyak, tetapi sekali order jumlahnya cukup besar dan rata-rata untuk kebutuhan kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Aloisia Lovi Widiati menjelaskan, dibandingkan roti biasa, sourdough memiliki indeks glikemik lebih rendah dan lebih mudah dicerna tubuh.
“Roti sourdough lebih sehat karena membantu penyerapan mineral dan memiliki indeks glikemik yang lebih baik. Penderita diabetes tetap bisa mengonsumsi, tetapi harus memperhatikan jenis, jumlah, dan waktu makan,” terangnya.
Salah satu peserta seminar, Weni Marcelia Juanda mengaku tertarik mengikuti seminar karena keluarganya terbiasa mengonsumsi roti serta melihat peluang bisnis dari produk sourdough.
“Saya penasaran karena memang suka makan roti, sekaligus melihat peluang usaha yang cukup menjanjikan,” pungkasnya. (yon)












