Stasiun Geofisika Malang Catat 234 Gempa Guncang Jatim Selama Sepekan, Didominasi Aktivitas Dangkal

Infografis dirilis Stasiun Geofisika Malang mencatat sebanyak 234 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya periode 23 hingga 29 Oktober 2026, magnitudo terbesar M 5,02 dan magnitudo terkecil M 1,17, serta satu kejadian gempa bumi signifikan yang dirasakan di sejumlah daerah selama periode tersebut. (BMKG)

BACATODAY.COM – Stasiun Geofisika Malang mencatat sebanyak 234 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya selama periode 23 hingga 29 Oktober 2026.

Dari ratusan aktivitas seismik tersebut, magnitudo terbesar yang tercatat mencapai M 5,02 dan magnitudo terkecil M 1,17.

Berdasarkan analisis kedalaman pusat gempa, tercatat 204 kejadian gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer, 30 kejadian gempa menengah dengan kedalaman 60 hingga kurang dari 300 kilometer, dan nihil gempa dalam.

Jumlah gempa terbanyak terekam pada 28 Oktober 2026 sebanyak 74 kejadian, sementara yang paling sedikit terjadi pada 24 Oktober 2026 sebanyak 13 kejadian. Selain itu, terdapat satu kejadian gempa bumi signifikan yang dirasakan di sejumlah daerah selama periode tersebut.

Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan ini didominasi oleh gempa dangkal akibat subduksi lempeng serta pergerakan patahan lokal.

“Sebagian besar gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia serta aktivitas patahan lokal di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya,” ujar Ricko Kardoso.

Pihak Stasiun Geofisika Malang mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi gempa susulan, serta memastikan bangunan tempat tinggal memiliki struktur yang tahan gempa. (had)