BACATODAY.COM – Aktivitas seismik di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya menunjukkan peningkatan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terjadi 157 kali gempa bumi pada periode 12–18 Juni 2026, meningkat dibandingkan 146 kejadian pada periode 5–11 Juni 2026.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengungkapkan bahwa puncak aktivitas gempa terjadi pada 14 Juni 2026 dengan 27 kejadian dalam satu hari. Sementara itu, jumlah gempa paling sedikit tercatat pada 18 Juni 2026, yakni 13 kejadian.
“Magnitudo terbesar pada periode ini mencapai M 4,11, sedangkan magnitudo terkecil tercatat M 1,11,” ujarnya.
Ricko menjelaskan, dari total kejadian gempa yang tercatat pada periode tersebut, sebanyak 118 gempa dangkal terjadi pada kedalaman 0–60 kilometer, sedangkan 28 gempa menengah berada pada kedalaman 60–300 kilometer. Tidak ditemukan gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.
Menurutnya, aktivitas gempa di Jawa Timur masih didominasi oleh pengaruh pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, serta aktivitas sejumlah sesar atau patahan lokal yang tersebar di wilayah Jawa Timur.
Meski frekuensi gempa tergolong tinggi, BMKG memastikan bahwa tidak ada satu pun gempa yang dirasakan masyarakat selama Juni 2026. (had)












