BACATODAY.COM – Perjalanan panjang pembinaan atlet biliar Indonesia mulai menunjukkan hasil di panggung dunia. Albert Januarta dan Irsal Nasution berhasil membawa nama Indonesia melangkah ke semifinal 2026 ISAK Billiard WPA Men’s Doubles 10-Ball World Championship di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua.
Pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan mencapai empat besar. Albert dan Irsal mencatat sejarah sebagai pasangan Indonesia pertama yang berhasil menembus semifinal WPA Men’s Doubles 10-Ball World Championship. Catatan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi perkembangan biliar Indonesia di level dunia.
Langkah menuju semifinal pun tidak datang dengan mudah. Albert dan Irsal harus melewati persaingan dari sejumlah pasangan papan atas dunia. Dalam perjalanan mereka, pasangan Indonesia tersebut berhasil menyingkirkan Joshua Filler dan Moritz Neuhausen dari Jerman, sebelum kembali melewati pasangan Amerika Serikat yang diperkuat Shane Van Boening dan Skyler Woodward.
Keberhasilan melewati dua pasangan tersebut semakin menegaskan kualitas persaingan yang dihadapi Albert dan Irsal. Nama-nama seperti Filler, Van Boening, dan Woodward merupakan bagian dari jajaran pemain yang telah lama berada di level elite pool internasional. Format doubles sendiri memberikan tantangan berbeda dibanding nomor individu. Kedua pemain harus mampu membangun komunikasi, membaca situasi meja bersama, serta menjaga keputusan permainan dalam tekanan pertandingan. Karena itu, konsistensi dan kerja sama menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah pasangan menuju fase akhir kompetisi.
Turnamen yang berlangsung di Bali ini diikuti 32 tim internasional dengan total hadiah sebesar USD200.000. Ajang tersebut menjadi bagian dari Predator Pro Billiard Series Bali 2026 yang menghadirkan tiga kompetisi internasional sekaligus di Bali, termasuk Men’s Open dan Women’s 9-Ball World Championship.
Bagi Hendra Kurniawan atau Hendra Carabao CEO & Founder Carabao Group, pencapaian Albert memiliki arti tersendiri. Albert merupakan salah satu atlet yang selama ini mendapatkan pembinaan, dukungan, serta kesempatan untuk terus berkembang melalui berbagai kompetisi.
Perjalanan Albert sendiri menunjukkan bagaimana pengalaman bertanding di level nasional dan internasional dapat menjadi bagian dari proses menuju persaingan yang lebih tinggi. Sebelumnya, Albert juga telah mencatat sejumlah hasil penting, termasuk gelar juara di tingkat nasional dan berbagai penampilan melawan pemain-pemain elite internasional. Media pool internasional juga mencatat Albert sebagai salah satu pemain Indonesia yang terus berkembang di sirkuit profesional.
“Buat saya, ini menjadi momen yang sangat membanggakan. Saya mengikuti perjalanan Albert dan melihat bagaimana prosesnya berkembang dari waktu ke waktu. Sekarang dia bersama Irsal bisa membawa Indonesia masuk semifinal dunia,” ujar Hendra, Minggu (4/10/2026).
Menurut Hendra, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pembinaan atlet membutuhkan proses yang panjang dan berkelanjutan. Atlet tidak cukup hanya diberikan kesempatan untuk bertanding, tetapi juga membutuhkan pengalaman menghadapi lawan dengan level berbeda, evaluasi, serta dukungan untuk terus berkembang.
“Pembinaan itu proses. Atlet harus diberi kesempatan bertanding, bertemu lawan yang levelnya lebih tinggi, belajar dari kekalahan, kemudian kembali berkembang. Kalau ekosistemnya terus kita bangun, saya yakin Indonesia bisa semakin diperhitungkan di dunia,” katanya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan perkembangan biliar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Semakin seringnya Indonesia menjadi tuan rumah turnamen internasional juga membuka kesempatan bagi atlet nasional untuk berhadapan langsung dengan pemain-pemain terbaik dunia tanpa harus selalu bertanding di luar negeri. Sebelumnya, Indonesia International Open 2026 juga mempertemukan atlet nasional seperti Albert dan Irsal dengan sejumlah nama besar dunia.
Kini, perjalanan Albert dan Irsal belum selesai. Di babak semifinal, pasangan Indonesia akan menghadapi Filipina, yang diperkuat Carlo Biado dan Albert James Manas. Duel tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi Albert dan Irsal untuk menjaga langkah mereka menuju partai puncak. Pertandingan dijadwalkan berlangsung Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 13.30 WITA di Bali International Convention Centre. Dengan atmosfer kompetisi yang berlangsung di tanah air sendiri, dukungan publik Indonesia tentu menjadi energi tambahan bagi pasangan Merah Putih.
Hendra Selaku CEO & Founder Carabao Group pun mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan langsung kepada Albert dan Irsal.
“Sekarang fokusnya satu pertandingan lagi. Mohon doa seluruh masyarakat Indonesia. Buat teman-teman yang ada di Bali, ayo datang dan dukung langsung Albert dan Irsal. Mereka sedang membawa Merah Putih di panggung dunia,” tutup Hendra.
Dari proses pembinaan menuju panggung dunia, perjalanan Albert Januarta kini telah membawa namanya bersama Irsal Nasution ke dalam sejarah biliar Indonesia. (Dod)












