BMKG Malang Catat 122 Gempa Bumi di Jawa Timur Selama Sepekan, Dua Dirasakan Masyarakat

Infografis kejadian gempa bumi sepekan lalu. (BMKG)

BACATODAY.COM – Stasiun Geofisika BMKG Malang mencatat sebanyak 122 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada periode 2 hingga 8 Oktober 2026. Dari total kejadian tersebut, dua gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Kepala BMKG Malang, Ricko Kardoso, menyampaikan bahwa sebagian besar gempa yang terjadi pada pekan ini didominasi oleh gempa bumi dangkal.

“Sepanjang periode 2 hingga 8 Oktober 2026, Stasiun Geofisika Malang mencatat 122 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, dengan dua di antaranya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ricko Kardoso, Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan data kedalaman pusat gempa (hiposenter), sebanyak 89 kejadian merupakan gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara itu, 33 kejadian tergolong gempa bumi menengah dengan kedalaman antara 60 hingga kurang dari 300 kilometer, dan tidak tercatat adanya gempa bumi dalam.

Untuk magnitudo gempa, magnitudo terbesar yang terekam selama periode ini mencapai M 4,65, sedangkan magnitudo terkecil berada di angka M 1,18. Sebagian besar episenter gempa bumi berada di laut di sebelah selatan Pulau Jawa sebagai akibat dari aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia, serta beberapa gempa bumi dangkal di darat akibat pergerakan patahan lokal.

Adapun dua gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat terjadi pada tanggal 4 dan 5 Oktober 2026. Gempa pertama terjadi pada Minggu (4/10) pukul 19.36 WIB dengan magnitudo M 4,65 di selatan Kabupaten Malang dan dirasakan di Malang, Lumajang (III MMI), serta Tulungagung, Blitar, dan Jember (II MMI). Gempa kedua terjadi pada Senin (5/10) pukul 09.16 WIB dengan magnitudo M 4,43 di selatan Lumajang yang dirasakan di Lumajang (III MMI) serta Blitar, Malang, dan Jember (II MMI).

BMKG mencatat frekuensi gempa tertinggi dalam sepekan terjadi pada Selasa (6/10) sebanyak 25 kejadian, sedangkan frekuensi terendah terekam pada Sabtu (3/10) dengan 9 kejadian gempa bumi.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan selalu mengikuti informasi resmi terkait kebencanaan dari BMKG. (had)