Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Picu Gangguan Perjalanan Lintas Kota

Proses evakuasi korban tabrakan kereta api di Bekasi Timur. (Fahmi Arema Bekasi)

BACATODAY.COM – Tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), tak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memicu gangguan luas pada perjalanan kereta api lintas daerah, khususnya rute Jakarta–Surabaya.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya menyatakan sejumlah perjalanan kereta dari Jakarta menuju Surabaya, Jawa Timur, terdampak akibat insiden tersebut. Gangguan terjadi mulai dari keterlambatan hingga penyesuaian jadwal keberangkatan.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan dampak dirasakan oleh sejumlah kereta yang berangkat dari stasiun awal setelah keberangkatan KA Argo Bromo Anggrek yang mengalami insiden.

“Kedatangan KA, keberangkatan dari Jakarta menuju Surabaya beberapa terdampak,” ujarnya saat dikonfirmasi di Surabaya.

Meski demikian, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait jumlah perjalanan yang terdampak.

“Masih dihimpun,” ucapnya singkat.

Di lokasi kejadian, proses evakuasi korban masih berlangsung hingga malam hari. Petugas gabungan dari SAR, kepolisian, dan unsur terkait terus melakukan penyisiran di setiap rangkaian kereta.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan hingga saat ini terdapat 29 korban luka yang telah dilarikan ke rumah sakit, serta tiga orang meninggal dunia. Ia juga mengingatkan bahwa jumlah korban masih berpotensi bertambah.

Fahmi, warga setempat berada di lokasi kejadian, menggambarkan situasi yang masih padat oleh proses penanganan dan mobilisasi penumpang terdampak.

“Ada banyak ambulans yang masih di lokasi, juga beberapa armada bus yang akan mengangkut penumpang KAI yang melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan,” ungkapnya.

Kondisi ini menunjukkan dampak berantai dari insiden tersebut, tidak hanya pada aspek keselamatan, tetapi juga terhadap kelancaran layanan transportasi publik. Sejumlah penumpang terpaksa dialihkan menggunakan moda transportasi lain untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Hingga kini, pihak KAI bersama otoritas terkait masih berupaya memulihkan operasional jalur serta memastikan perjalanan kereta api kembali normal secepat mungkin. (yog/red)