Manajemen BNS Gelar Giat Tako Fest Wibu Party

BACATODAY.COM – Bertempat di Food Garden Batu Night Spectacular (BNS), Jalan Hayam Wuruk, No.1, Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, dilaksanakan acara Tako fest wibu party. Giat dimaksud adalah sebuah acara yang diadakan untuk merayakan budaya Jepang, terutama anime, manga, dan game.

Giat acara diisi dengan serangkaian kegiatan seperti cosplay, pertunjukan musik, stand makanan Jepang, dan lain-lain. Wibu party sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan komunitas pecinta budaya Jepang, yang berkumpul untuk berbagi minat dan kesukaan mereka.

Selain itu, Manajemen BNS sengaja mendatangkan juri-juri ternama atau kelas atas yang mumpuni dibidangnya. Dalam wawancara singkatnya, Dyah Laksmi Pratiwi selaku Supervisor Marketing BNS menyampaikan bahwa, dalam mendukung komunitas tidak hanya sekadar berbicara saja, namun juga diwujudkan dengan aksi nyata.

“Food Garden sengaja kami pilih untuk mengembangkan kreativitas anak-anak baik se Malang Raya dan juga luar Malang, selain memfasilitasi kita juga ada program nyata karena itu memang tujuan utama kami menggelar acara Tako Fest Wibu Party ini,” tutur Pratiwi sapaan akrabnya pada awak media disela-sela giat acara, Minggu (16/11/2025).

Ia menanmbahkan, giat ini juga diperlombakan dengan total peserta kurang lebih 400 orang dengan kategori penjurian yang sangat banyak.

“Ada The best costume, The best coswalk kemudian juga ada kompetisi kosuchuumu dan purei yang berasal dari bahasa jepang dengan arti cosplay atau kegiatan berdandan dan berperan menyerupai karakter dari berbagai media fiksi seperti anime, manga, komik, film, dan video game,” imbuhnya.

Dengan adanya gelaran tersebut, Ocupancy wisatawan baik domestik maupun mancanegara meningkat tajam hingga 300 persen.

Sementara itu, diwaktu dan tempat yang sama, Riyuki selaku salah satu juri asal Surabaya juga membenarkan bahwa, “kriteria penjurian cosplay meliputi kostum, kemiripan karakter, detail kostume, dan juga performance apakah sama dengan karakter yang dia cosplaykan. Timing juga penting dalam kesamaan gerak mulut dan tubuh para peserta lomba cosplayer, backsound garden harus pas salah satu contoh film anime Naruto. Kriteria penjurian Konoha gakure hokage ke 1 dan seterusnya para cosplayer harus bisa membawakan dengan sempurna jika ingin menang lomba,” ujar Yuki sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Yuki menjelaskan bahwa, backsound garden cocok atau tidak.

“Ya mas, kalau costume catwalk lebih sederhana lagi. Suara-suara pedang, pistol atau senapan laras panjang para cosplayer yang mengikuti lomba harus cocok dan pas dengan yang karakter yang sedang dibawakan. Untuk cosplayer game MLBB ada beberapa, tapi sayangnya mereka tidak ikut lomba,” tutup Yuki, sembari berkemas-kemas pulang setelah giat penjurian selesai. (Dod)