BACATODAY.COM – Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan 10 mahasiswa peserta Sea Teacher Batch 11 dari St. Mary’s College of Tagum, Filipina, pada Senin (14/9). Penyambutan berlangsung di Aula Graha Rektorat Lantai 9 UM dan menjadi bagian dari langkah universitas dalam memperkuat hubungan akademik dengan institusi pendidikan di luar negeri.
Program tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa calon guru asal Filipina untuk mengenal sistem pendidikan di Indonesia secara lebih dekat. Selama berada di UM, mereka tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengajar secara langsung di lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai profil serta kehidupan akademik di UM. Setelah itu, para peserta Sea Teacher memperkenalkan diri satu per satu. Selama program berlangsung, mereka dijadwalkan menjalani praktik pembelajaran di beberapa sekolah laboratorium milik UM, yaitu TK Lab UM, SD Lab UM, dan SMP Lab UM.
Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas kedatangan para mahasiswa tersebut. Ia menilai program Sea Teacher dapat menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk memperluas pengalaman sekaligus memahami karakter pendidikan di Indonesia.
Prof. Munjin mengatakan bahwa selama mengikuti program hingga Oktober mendatang, para mahasiswa akan menjadi bagian dari lingkungan Universitas Negeri Malang. Selain memperoleh pengalaman mengajar, mereka juga akan berkesempatan mengikuti sejumlah kegiatan perkuliahan.
Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan profesional. Menurutnya, interaksi selama program juga memungkinkan mahasiswa dari kedua negara untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta cara pandang mengenai dunia pendidikan.
Pengalaman berada di lingkungan pendidikan yang berbeda diharapkan mampu menambah wawasan para peserta. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di Indonesia, mahasiswa dapat melihat bagaimana proses pendidikan diterapkan dalam kondisi sosial, budaya, dan lingkungan yang berbeda dari negara asal mereka.
Sea Teacher juga menjadi wadah untuk mempertemukan mahasiswa internasional dengan sivitas akademika UM serta para pendidik di sekolah laboratorium. Pertemuan tersebut membuka peluang terjadinya pertukaran praktik pembelajaran sekaligus membantu calon pendidik memahami tantangan mengajar dalam lingkungan pendidikan yang semakin terhubung secara global.
Salah satu delegasi dari Filipina, Jay Kylle G. Jose, turut mengungkapkan kegembiraannya mengikuti program tersebut. Ia menyebut kesempatan untuk terjun langsung ke kelas menjadi pengalaman penting dalam mengembangkan kemampuan mereka sebagai calon guru.
Jay mengatakan bahwa para peserta merasa antusias dapat mempelajari cara menyusun sekaligus menerapkan kurikulum dalam kegiatan pembelajaran. Menurutnya, pengalaman mengajar di lingkungan baru dengan suasana dan budaya yang berbeda memberikan kesan tersendiri.
Ia menilai Sea Teacher bukan sekadar program pertukaran mahasiswa. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan nyata bagi peserta untuk menguji kemampuan, memperoleh pengalaman baru, dan mempersiapkan diri menjadi tenaga pendidik yang profesional.
Pelaksanaan program Sea Teacher di UM juga memiliki keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya adalah SDG 4 mengenai Pendidikan Bermutu melalui pemberian kesempatan belajar, pengalaman praktik mengajar, serta pengembangan kompetensi bagi calon pendidik.
Di sisi lain, kegiatan ini turut mencerminkan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Hal tersebut terlihat dari kerja sama pendidikan yang terjalin antara Universitas Negeri Malang dan St. Mary’s College of Tagum, Filipina.
Kolaborasi lintas negara ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran mahasiswa saja. Interaksi yang terbangun selama program juga dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai praktik pendidikan antara Indonesia dan Filipina.
Melalui kegiatan tersebut, UM terus mendorong terbentuknya lingkungan akademik yang terbuka terhadap kerja sama internasional. Kehadiran mahasiswa Filipina menjadi salah satu bentuk upaya memperluas pertukaran budaya, pengetahuan, dan pengalaman pendidikan di kawasan Asia Tenggara.
Program Sea Teacher sekaligus memperkuat komitmen UM dalam meningkatkan kualitas serta kapasitas calon pendidik. Dengan semakin luasnya jejaring internasional, UM berupaya mengambil peran dalam membangun kerja sama pendidikan regional yang mendukung terciptanya pendidikan berkualitas, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat global.(nrl/yog)












