Usung Tema Memperkokoh Ideologi Pancasila, Divif 2 Kostrad Gelar Serangkaian Acara

BACATODAY.COM – Bertempat di Jalan Raya Singosari, Song Song, Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Divif 2 Kostrad peringati Hari Lahir (Harlah) Pancasila.

Turut hadir para pejabat utama dan seluruh komandan satuan Divisi 2, serta para mitra karib Divisi 2 dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah.

Dalam kesempatannya Mayjen TNI Susilo, S.I.P., selaku Pangdivif 2 Kostrad menyampaikan bahwa, aplikasi nyata Prajurit dalam kegiatan yang di demonstrasikan sesuai sila pertama Pancasila, Pencak Silat dan beladiri Kempo selaras dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dimana mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari tubuh tapi dari keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Mayjen Susilo sapaan akrabnya pada awak media, Senin (2/6/2025).

Kemanusiaan Yang adil dan beradap diaplikasikan prajurit di medan tugas dalam kegiatan penanganan bencana alam di seluruh wilayah Indonesia. Sila persatuan Indonesia terlaksana dalam kegiatan satgas yang menyatu dengan rakyat yaitu membantu mengatasi kesulitan rakyat disekelilingnya.

Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, mewujudkan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang terlihat dalam tercapainya kesejahteraan masyarakat, kemudahan dalam mendapatkan kebutuhan dasar, aktivitas rakyat berjalan dengan aman.

Kegiatan Forum Silaturahmi Kebangsaan mengandung maksud, TNI menunjukkan jatidirinya. Pertama adalah tentara Rakyat, prajurit TNI adalah prajurit Rakyat, semua berasal dari rakyat, TNI dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, memberikan yang terbaik, mengatasi kesulitan rakyat.

Kemudian yang kedua adalah, tentara profesional, maka harus terlatih, apa yang dilatih dikerjakan dan dipraktekkan di daerah operasi. Selanjutnya sebagai tentara pejuang, TNI terus menjaga NKRI agar jangan sampai terpecah belah.

“Yang keempat kita sebagai tentara nasional, tidak ada tentara kedaerahan, tidak ada tentara Jawa, tidak ada tentara Batak, tidak ada tentara Sulawesi yang ada adalah Tentara Nasional Indonesia, tutup Pangdiv.

Divif 2 Kostrad terus berkomitmen bersama seluruh komponen bangsa akan mendukung Asta Cita sebagai acuan dalam pelaksanaan Sistem pertahanan negara dengan prioritas yaitu yang pertama memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan Hak Asasi Manusia.

Kedua Memantapkan sistem Pertahanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru. Mari jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara. (Rat)