Wisam Nusantara: Sebuah Cerita Dibalik Pentingnya Integritas, Pengabdian dan Komunikasi Seorang Koordinator MBG

BACATODAY.COM – Sejak menjabat sebagai Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada Agustus 2025 lalu, Wisam telah menunjukkan kinerja yang konsisten dan memuaskan.

Hingga memasuki tahun ke-2 pelaksanaannya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah ini berjalan lancar, tertib, dan banyak memberikan dampak serta manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Wisam Nusantara mengakui, bahwa kelancaran yang tercipta saat ini tidak diraih secara instan. Berbagai tantangan di lapangan harus dihadapi, mulai dari penyamaan persepsi, kekurangan sarpras, medan distribusi terpencil, hingga memastikan standar gizi terpenuhi dengan baik.

Menurutnya, pondasi utama yang membuat semua hambatan dapat teratasi adalah komunikasi dan kerja sama yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, baik Muspika di tingkat kecamatan maupun perangkat desa.

“Tidak akan berjalan mulus jika hanya mengandalkan satu pihak saja. Kami membangun koordinasi intens, saling terbuka, dan saling mendukung bersama camat, kepala desa, polsek, koramil, kader posyandu, hingga tenaga pendidik. Itulah kunci utamanya,” ujar Wisam saat ditemui awak media di SPPG Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Selasa (23/6/2026).

Lebih lanjut, Wisam Nusantara menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini memiliki dua tujuan strategis.

Pertama, mengurangi angka stunting serta memperbaiki status gizi anak dan kelompok rentan lainnya.

Kedua, memberikan edukasi berkelanjutan agar masyarakat memahami fungsi dan manfaat makanan bergizi, sehingga kebiasaan baik ini dapat diterapkan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin dampaknya tidak hanya sesaat saat menerima MBG, tapi menjadi kebiasaan yang dibawa terus oleh keluarga. Ini investasi untuk kesehatan dan masa depan generasi di Kecamatan Pujon,” tegasnya.

Hingga saat ini, Wisam Nusantara bersama anggotanya terus berupaya meningkatkan komitmen dan memperkuat sinergi dengan semua pihak.

Ia berharap ke depannya, program MBG dapat berjalan lebih optimal dan menjadikan Kecamatan Pujon sebagai salah satu wilayah percontohan.

“Ya, terutama dalam hal penanganan gizi terbaik yang ada di Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berkat pendekatan kepemimpinan yang kolaboratif tersebut, sejumlah prestasi dan capaian positif berhasil dicatat selama masa tugasnya:

Penurunan angka stunting: Terjadi penurunan kasus kekurangan gizi dan stunting secara signifikan di wilayah binaan dalam kurun waktu 9 bulan terakhir.

Cakupan layanan merata: Program telah menjangkau lebih dari 95 persen sasaran yang ditetapkan, termasuk daerah-daerah yang lokasinya cukup jauh dan sulit diakses.

Tertib administrasi dan distribusi: Penyaluran bantuan berjalan tepat waktu dengan pencatatan yang rapi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Peningkatan pemahaman warga: Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan bergizi seimbang meningkat berkat penyuluhan rutin yang dilakukan bersama rekan Ka-SPPG. (Dod)