
BACATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dijalankan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran dan berbagai kritik dalam pelaksanaannya.
Menurutnya, program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam menurunkan angka stunting serta memperkuat generasi masa depan Indonesia. Ia menilai dana negara sebaiknya dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat daripada disalahgunakan.
Prabowo juga menyampaikan bahwa kebijakan MBG lahir dari aspirasi masyarakat yang ia temui langsung saat masa kampanye, khususnya ketika melihat kondisi anak-anak di daerah yang mengalami kekurangan gizi.
Selain berdampak pada kesehatan, program ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menargetkan puluhan ribu dapur MBG yang berpotensi membuka jutaan lapangan kerja, baik dari tenaga dapur maupun jaringan pemasok bahan pangan seperti petani dan pedagang.
Meski demikian, Presiden mengakui masih ada kekurangan dalam implementasi di lapangan. Ia menyebut pemerintah telah menutup lebih dari seribu dapur yang bermasalah sebagai bentuk evaluasi dan penertiban.
Terkait pembiayaan, Prabowo menegaskan bahwa program ini tidak menggunakan utang baru, melainkan berasal dari pengelolaan anggaran yang lebih efisien serta upaya menekan kebocoran. Ia berharap kebijakan ini dapat memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat kecil yang selama ini belum sepenuhnya merasakan hasil pembangunan ekonomi.(nrn/yog)











