BACATODAY.COM — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi terus digencarkan. Kali ini, Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) menggandeng Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta dalam kegiatan benchmarking penjaminan mutu (PJM) yang digelar di Kampus C UIBU, Selasa (28/4).
Kegiatan yang difasilitasi Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Eksakta dan Keolahragaan (FEK) ini menjadi ajang “tukar jurus” antarperguruan tinggi. Fokusnya tak sekadar diskusi formal, tetapi menggali praktik terbaik dalam pengelolaan sistem penjaminan mutu—mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi akademik.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan melibatkan pimpinan fakultas, program studi, hingga tim penjaminan mutu dari kedua kampus. Masing-masing pihak berbagi pengalaman sekaligus strategi dalam menjaga standar mutu pendidikan.
Dekan FKIP UTP Surakarta, Kodrad Budiyono, S.Pd., M.Or, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola akademik. Ia mengaku mendapat banyak wawasan baru, terutama terkait integrasi penjaminan mutu dengan aktivitas akademik dan kemahasiswaan.
Senada, Dekan FEK UIBU, Adi Sucipto, M.Kes., AIFO, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, benchmarking membuka ruang evaluasi sekaligus pembelajaran bersama untuk menyempurnakan sistem yang sudah berjalan.
Di tingkat program studi, manfaat kegiatan ini juga terasa langsung. Ketua Prodi PJKR UIBU, Yulianto Dwi Saputro, M.Sc., M.Pd, menilai benchmarking memberi perspektif baru dalam pengelolaan mutu, khususnya dalam memastikan proses akademik tetap selaras dengan standar yang ditetapkan.
Tak hanya benchmarking, rangkaian kegiatan juga diisi dengan dosen tamu, pembelajaran kewirausahaan, hingga aktivitas kebersamaan mahasiswa. Kolaborasi ini menjadi bukti komitmen UIBU dan UTP Surakarta dalam membangun sinergi berkelanjutan demi peningkatan mutu pendidikan tinggi. (yog/red)











