BACATODAY.COM – Gelar doktor diraih oleh Dhenis Nurul Farida seorang Dosen dan ASN ATV Diskominfo Kota Batu yang juga warga Kota Batu. Ia menyelesaikan S3 program doktoral bidang ilmu manajemen tak sampai 3 tahun, padahal idealnya S3 diselesaikan 3 hingga 5 tahun, tapi ia mampu menyelesaikan dengan kurun waktu tak sampai dengan 3 tahun, bahkan penelitiannya tembus dan diakui internasional yakni scopus dan Copernicus.
Dhenis sendiri, juga tak perlu sidang terbuka karena ia dinyatakan lulus hanya dengan sidang tertutup berkat penelitiannya yang diakui Internasional tersebut. Dengan nilai akhir yang dikantongi Dhenis Nurul Farida pasca Semhas, bisa terbilang sangat memuaskan yakni dengan Indeks Prestasi atau IP sementara yakni : 3,75 dari IP maksimal 4,00 / cumlaude, dan masih menunggu nilai akhir saat wisuda nanti yakni pada September 2026.
Dalam wawancara singkatnya Dhenis Nurul Farida yang akrab disapa Dhenis, berusia 34 tahun ini menyampaikan bahwa, dirinya merupakan mahasiswi angkatan kedua Program Doktoral Ilmu Manajemen dengan mengambil Konsentrasi Strategi di
Universitas Gajayana Malang.
“Saya dinyatakan mendapat gelar doktor pada sidang tertutup yang digelar pada Rabu (15/7/2026) bertempat di Ruang Hybrid 1 lantai 1 Gedung Pascasarjana Uniga Malang,” tuturnya.
Dhenis merupakan angkatan 2 program doctoral di kampus tersebut.
Sidang tertutup disertasi sendiri dihadiri oleh :
Prof. Dr. Ernani Hadiyati, SE., MS : Promotor dan Rektor Uniga Malang
Prof. Dr. Dra. Dwi Orbaningsih, MM., AK., CA., CSRA : Ko. Promotor I
Dr. M. Jamal Abdul Nasir, SE., MM : Ko. Promotor Ii
Prof. Dr. Dra. Martaleni, MM : Penguji
Prof. Dr. Dra. Endang Suswati, MS : Penguji
Drs. Gunadi, M.SC., PH.D : Penguji
Prof. Dr.. IR. H. Rachmad Hidayat, M.T., IPU, ASEAN, ENG. : Penguji Eksternal dan juga Rektor Uniba Madura.
Jenjang pendidikan S3 atau Strata 3 sendiri merupakan tingkat tertinggi dalam sistem pendidikan formal di perguruan tinggi, dengan gelar doktor. Ia menempuh pendidikan di Universitas Gajayana Malang yang merupakan Universitas Legenda di Kota Malang yang sudah berdiri 46 tahun lamanya, yang didalamnya terdapat profesor dan dosen senior yang mencetak lulusan – lulusan berkompeten.
Judul penelitian yang diangkat hingga diakui internasional sendiri seputar strategi bisnis di lingkungan tempat tinggalnya yakni di Malang Raya, judul yang ia angkat ialah : Strategi Penguatan Kinerja Umkm : Peran Bauran Pemasaran, Kualitas Layanan, dan Inovasi Dimediasi Keunggulan Pasar.
Berkat kebaharuan penelitian inilah Dhenis bisa menyelesaikan S3-nya tak sampai dengan 3 tahun, meskipun angkatan ke-2 di Uniga Malang, ia berhasil mencatatkan dirinya lulusan ke 3 program doktoral di Uniga Malang dan mencatatkan diri sebagai mahasiswa pertama program doktoral yang penelitiannya tembus Internasional yakni Scopus dan Copernicus, Dhenis juga tak perlu sidang terbuka dan dianggap lulus untuk mendapat predikat doctor hanya dengan siding tertutup saja. Dengan begitu ia menyandang gelar akhir dengan gelar : Dr. Dhenis Nurul Farida, A.Md. A.B., S.Ak., M.M.
Menurutnya, kelulusan hanyalah bagian dari proses, triggernya justru pasca lulus, gelar tersebut mau jadi apa dan kebermanfaat ilmu untuk siapa, agar bisa berdampak bagi khalayak luas, jadi bukan hanya soal gelar yang dikejar.
Dhenis Nurul Farida sendiri merupakan anak pertama dari Almarhum Bambang Sugeng Harianto dan Afifah, bahkan ditengah kegiatannya sebagai anak, ia juga menjadi seorang Ibu dari 3 anak yakni Osman Zhafran Riz, Mahesa Zhafir Riz dan Olcay Zhafira Rizhan, Dhenis juga berperan sebagai seorang istri yakni istri dari Irwan Toni.
Dhenis tetap menjalankan aktifitasnya seperti biasa layaknya anak, ibu dan istri dengan menyempatkan diri melakukan riset dan berkuliah hingga bergelar doktor.
Dhenis Berprofesi Sebagai seorang Dosen dan juga ASN di ATV Diskominfo Kota Batu.
“Saya juga menggeluti pekerjaan lain seperti akting berkonten di manajemen ke manajemen, MC dan juga presenter,” pungkas Dhenis,”
Ia juga owner dhefrani collection dan guru les publik speaking di dhefrani les privat.
Ia sangat berharap ilmunya bisa berdampak untuk banyak hal. Kelulusan doktor ini justru baru awal peluang untuk melakukan riset yang lebih mendalam. (Dod)












