Dosen Universitas BSI Ungkap Bekal Penting Mahasiswa agar Siap Bersaing di Dunia Kerja

Dosen Pengampu Mata Kuliah Event Management Universitas BSI, Akhmad Syafrudin.(Foto : berita.depok)

BACATODAY.COM – Lulus dari bangku kuliah kini tidak lagi menjadi satu-satunya bekal untuk memasuki dunia kerja. Di tengah persaingan yang semakin ketat, perusahaan juga mencari lulusan yang memiliki pengalaman, keterampilan, kemampuan berkomunikasi, serta mampu bekerja sama dalam tim. Karena itu, mahasiswa dituntut untuk memiliki pengalaman nyata sebelum menyelesaikan pendidikannya.

 

Salah satu cara yang dilakukan perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah melalui pembelajaran berbasis praktik. Metode ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kelas ke dalam kegiatan nyata sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia profesional.

 

Dosen Pengampu Mata Kuliah Event Management Universitas BSI, Akhmad Syafrudin, mengatakan pembelajaran berbasis praktik menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan. Menurutnya, pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa.

 

“Seluruh rangkaian tugas akhir mahasiswa semester 6 telah selesai dilaksanakan. Praktik lapangan ini menjadi salah satu proses penting dalam meningkatkan kemampuan sekaligus membentuk kompetensi mahasiswa,” ujar Akhmad, Rabu (15/7/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses penyelenggaraan kegiatan dipercayakan kepada mahasiswa. Mereka bertanggung jawab menyusun konsep acara, menentukan lokasi pelaksanaan, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, menyiapkan proposal, hingga mencari sponsor untuk mendukung terlaksananya kegiatan.

 

Sementara itu, dosen berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan dan pendampingan selama proses berlangsung. Dengan cara tersebut, mahasiswa tetap memiliki ruang untuk berkreasi sekaligus memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

 

Menurut Akhmad, pengalaman mengelola sebuah kegiatan secara mandiri memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. Selain memahami teori, mereka juga belajar menyusun perencanaan, memecahkan persoalan yang muncul di lapangan, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, hingga meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim.

 

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal berharga ketika mahasiswa memasuki dunia kerja. Dengan memiliki kemampuan akademik yang didukung pengalaman praktik, lulusan diharapkan lebih siap menghadapi tuntutan industri yang terus berkembang.

 

Di sisi lain, Dosen Pengampu Mata Kuliah Campaign PR Universitas BSI, Edward Enrieco, menilai keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya bergantung pada pelaksanaannya. Strategi komunikasi yang dirancang sejak awal juga menjadi faktor penting agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima oleh target audiens.

 

Edward menjelaskan, sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu menyusun konsep kampanye yang disesuaikan dengan tema acara. Proses tersebut menjadi implementasi dari materi Campaign PR sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dalam menyusun strategi komunikasi.

 

“Mereka belajar menerapkan teori kampanye ke dalam proyek nyata. Setelah memahami konsep di kelas, mahasiswa diberi keleluasaan untuk mengembangkan ide, menyusun strategi komunikasi, dan membuat kampanye yang sesuai agar tujuan kegiatan dapat tercapai secara maksimal,” jelasnya.

 

Ia berharap pembelajaran berbasis praktik seperti ini terus dikembangkan karena mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.(nrl/yog)