
BACATODAY.COM – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons pembentukan Kabinet Bayangan yang digagas oleh sejumlah elemen masyarakat sipil. Menurutnya, setiap bentuk partisipasi publik patut dihargai selama dilakukan secara sehat dan bertujuan membangun pemerintahan yang lebih baik.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Rabu (29/7), Gibran mengatakan dirinya menghormati berbagai bentuk keterlibatan masyarakat, baik dari kalangan akademisi, pengamat, media, maupun generasi muda yang memberikan masukan, termasuk melalui pembentukan kabinet bayangan.
Ia menilai pengawasan dari publik merupakan hal yang positif apabila disampaikan secara objektif, didukung data yang kuat, dan berfokus pada penyelesaian masalah. Masukan semacam itu dinilai dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menjalankan tugasnya.
Gibran juga menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik maupun saran dari masyarakat. Menurutnya, ruang bagi aspirasi publik merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Ia menambahkan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kinerja, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat nyata. Dengan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan kerja konkret, kualitas tata kelola pemerintahan diharapkan semakin baik, demokrasi semakin kuat, dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Sebelumnya, sekelompok akademisi dan pengamat membentuk Kabinet Bayangan sebagai wadah pengawasan terhadap jalannya pemerintahan sekaligus upaya mendorong transparansi kebijakan. Langkah tersebut diambil karena mereka menilai fungsi oposisi dan pengawasan parlemen belum berjalan secara optimal.
Tokoh-tokoh yang tergabung dalam Kabinet Bayangan berencana menyusun kajian berbasis bukti, bersikap independen atau nonpartisan, serta mengajak para menteri di kabinet pemerintahan untuk berdiskusi dan berdebat secara terbuka mengenai berbagai kebijakan publik. (nrn/yog)











