
BACATODAY.COM – Iwan menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya difokuskan pada wilayah Langke Rembong, tetapi mencakup daerah terdampak lainnya di Daratan Flores dan Nusa Tenggara Timur. Namun, keterbatasan jumlah relawan membuat penyaluran bantuan harus dilakukan secara bertahap.
Ia pun mengajak generasi muda di Flores dan berbagai wilayah pelosok NTT untuk ikut terlibat sebagai relawan. Koordinasi dengan DPP K-Gibran juga terus dilakukan agar jangkauan bantuan semakin luas, termasuk ke Reo, Pota, Cibal, Manggarai Barat, serta wilayah lainnya.
Menurut Iwan, perhatian pemerintah terhadap kondisi korban bencana juga perlu segera ditingkatkan. Ia menilai masyarakat masih mengalami trauma akibat gempa sehingga membutuhkan dukungan dan penanganan lebih cepat.
Sebagai langkah awal, Relawan K-Gibran menyalurkan 150 paket sembako kepada warga terdampak. Selain bantuan kebutuhan pokok, relawan juga berusaha menyediakan terpal yang nantinya digunakan untuk membangun posko darurat di setiap kelurahan.
Posko tersebut diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul sementara bagi warga yang belum merasa aman atau nyaman untuk kembali ke rumah.
Setelah menyalurkan bantuan di Kelurahan Wali, relawan kemudian bergerak ke Kelurahan Golo Dukal dan Karot. Sementara di Kelurahan Carep, bantuan diberikan secara langsung dari rumah ke rumah warga terdampak.(nrn/yog)










