
BACATODAY.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjadi sorotan publik setelah melakukan kesalahan saat membacakan Pancasila dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Simpang Lima.
Dalam kesempatan tersebut, Chandra dipercaya memimpin pengucapan Pancasila di hadapan peserta upacara. Namun, ketika sampai pada sila kedua, terjadi kekeliruan dalam penyebutan bunyi sila tersebut.
Sila kedua Pancasila yang seharusnya berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” justru diucapkan menjadi “Keadilan yang Adil dan Beradab”. Perbedaan tersebut langsung terlihat karena tidak sesuai dengan rumusan resmi Pancasila.
Momen kekeliruan itu kemudian menjadi perhatian setelah rekaman jalannya upacara beredar di media sosial. Potongan video tersebut dibagikan oleh sejumlah pengguna media sosial dan mengundang berbagai tanggapan dari masyarakat.q
Kesalahan dalam menyebut sila Pancasila tersebut menjadi bahan perbincangan karena Pancasila memiliki kedudukan penting sebagai dasar negara Indonesia. Selain itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.s
Sejumlah netizen mempertanyakan kesalahan tersebut, khususnya karena Chandra merupakan seorang pejabat publik yang memegang posisi penting di Kabupaten Pati. Menurut sebagian warganet, pemahaman mengenai Pancasila seharusnya menjadi salah satu hal mendasar yang dikuasai oleh setiap pejabat negara.
Reaksi masyarakat di media sosial pun beragam. Ada yang menganggap kesalahan tersebut sebagai kekeliruan saat menjalankan tugas, tetapi tidak sedikit pula yang memberikan kritik tajam terhadap kejadian tersebut.
Beberapa warganet bahkan menyoroti kapasitas Chandra sebagai orang yang berada di posisi pimpinan daerah. Mereka menilai seorang pejabat publik semestinya tidak hanya mampu menghafalkan Pancasila, tetapi juga memahami makna setiap sila serta menerapkannya dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Peristiwa tersebut semakin ramai dibicarakan setelah sejumlah unggahan di TikTok turut mengangkat kembali momen ketika Chandra keliru menyebut sila kedua. Kolom komentar pun dipenuhi tanggapan netizen yang menyoroti kesalahan tersebut.
Salah satu komentar bernada sindiran muncul dari akun TikTok @jurnalsudewo. Akun tersebut menyinggung kesalahan Chandra sekaligus membandingkannya dengan isu lain yang kerap menjadi perhatian masyarakat.
“Sekelas Bupati ra apal Pancasila. Sing diiling iling korupsi wae, mulane Pancasila sila kedua ga apal. Padahal wes gowo teks. Tapi nek korupsi rasah gowo teks wes apal,” tulis akun tersebut.s
Komentar tersebut kemudian menjadi bagian dari perbincangan warganet mengenai insiden tersebut. Kritik yang muncul menunjukkan bahwa kesalahan dalam kegiatan resmi, terlebih menyangkut pengucapan dasar negara, dapat dengan mudah mendapat perhatian publik.
Momen tersebut pun membuat pelaksanaan upacara yang semestinya berlangsung khidmat menjadi perbincangan di ruang digital. Beredarnya rekaman video turut membuat kejadian tersebut diketahui lebih luas oleh masyarakat.
Di tengah derasnya respons netizen, kejadian ini menjadi pengingat bahwa setiap pejabat yang tampil dalam agenda kenegaraan perlu mempersiapkan diri dengan baik. Terlebih ketika kegiatan tersebut berkaitan langsung dengan simbol dan dasar kehidupan bernegara seperti Pancasila.(nrl/yog)










