Al Haris Siap Relokasi Stockpile Batu Bara Demi Lindungi Candi Muaro Jambi

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan kesiapan Pemprov Jambi mengikuti keputusan pemerintah pusat terkait relokasi stockpile batu bara demi menjaga kelestarian Candi Muaro Jambi.(disway)

BACATODAY.COM – Polemik mengenai keberadaan stockpile batu bara di sekitar Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muaro Jambi kembali menjadi sorotan publik. Isu tersebut semakin mendapat perhatian setelah disampaikan kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kelestarian Candi Muaro Jambi sebagai salah satu situs bersejarah penting di Indonesia.

Ia menyatakan Pemerintah Provinsi Jambi akan mematuhi seluruh kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kebudayaan, terkait pengelolaan kawasan cagar budaya tersebut. Jika nantinya diputuskan bahwa stockpile batu bara harus dipindahkan, pihaknya siap melaksanakan keputusan tersebut.

“Kalau memang mesti kita pindahkan (stockpile batubara), ya tinggal nanti perintah, kita siap untuk memindahkan,” ujar Al Haris, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, pemerintah pusat telah menetapkan aturan yang jelas mengenai pengelolaan kawasan Candi Muaro Jambi, termasuk pembagian wilayah menjadi zona inti dan zona penyangga yang menjadi acuan dalam pemanfaatan kawasan.

Al Haris menegaskan seluruh keputusan terkait kawasan tersebut menjadi kewenangan Kementerian Kebudayaan dan Pemprov Jambi akan menghormati serta menjalankan kebijakan yang ditetapkan.

Ia juga menekankan bahwa kelestarian Candi Muaro Jambi harus menjadi prioritas sehingga aktivitas industri tidak boleh mengganggu keberadaan situs yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan peradaban tersebut.

“Intinya Candi Muaro Jambi kita tidak boleh terganggu oleh yang namanya industri. Karena itu cagar budaya, cagar dunia,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi untuk mengikuti setiap arahan pemerintah pusat demi melindungi kawasan cagar budaya itu.

Isu stockpile batu bara kembali mengemuka setelah Gerakan Mahasiswa Pagar Budaya (GEMA PB) menyampaikan aspirasi kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi.

GEMA PB menilai aktivitas penyimpanan batu bara di sekitar kawasan cagar budaya berpotensi memengaruhi upaya pelestarian Candi Muaro Jambi. Mereka meminta pemerintah pusat melakukan kajian menyeluruh serta mengambil langkah yang dianggap tepat guna menjaga keberlangsungan salah satu warisan budaya nasional tersebut.

Hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai relokasi stockpile batu bara di sekitar kawasan Candi Muaro Jambi. Meski demikian, Gubernur Al Haris memastikan Pemprov Jambi siap mendukung dan melaksanakan kebijakan apa pun yang nantinya diputuskan pemerintah pusat sesuai hasil kajian dan ketentuan yang berlaku. (nrn/yog)