Dimsum Bolobox Naik Kelas: Penguatan UMKM untuk Dorong SDGs dan Ekonomi Lokal

Perkenalkan Dimsum Bolobox. (ist)

BACATODAY.COM – Upaya penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menunjukkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Hal ini tercermin dari kegiatan pendampingan manajerial yang dilakukan mahasiswa Program Studi S2 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang terhadap UMKM Dimsum Bolobox di Pasar Dinoyo, lantai 2.

Dimsum Bolobox merupakan usaha kuliner rumahan yang mulai beroperasi sejak September 2024 dan beralih kepemilikan pada September 2025. Produk unggulannya, dimsum dengan saus creamy bolognese, menjadi daya tarik utama karena cita rasa khas dan konsistensinya, sehingga mampu bersaing di tengah maraknya usaha kuliner sejenis.

Meski memiliki potensi produk yang kuat, hasil observasi menunjukkan usaha ini masih menghadapi sejumlah kendala pada aspek manajerial. Permasalahan utama meliputi pemasaran digital yang belum optimal, sistem operasional yang belum terstruktur, serta pengelolaan keuangan yang masih sederhana.

Pada aspek operasional, proses produksi masih berbasis pengalaman dengan kapasitas sekitar 10 kilogram per hari. Namun, belum terdapat sistem pencatatan produksi, absensi karyawan, maupun standar operasional prosedur (SOP) yang terdokumentasi. Kondisi ini berpotensi memengaruhi efisiensi kerja dan konsistensi operasional dalam jangka panjang.

Pemilik Dimsum Bolobox, Aziza Faudiyah, mengakui selama ini fokus utama usaha lebih pada kualitas produk. “Kami lebih menekankan pada cita rasa dan pelayanan. Namun setelah pendampingan, kami menyadari pentingnya pencatatan produksi, perhitungan biaya yang lebih akurat, serta konsistensi dalam promosi digital,” ujarnya.

Dari sisi pemasaran, Dimsum Bolobox telah memanfaatkan berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, serta layanan pesan antar daring. Namun, frekuensi unggahan yang belum konsisten dan pemanfaatan fitur promosi yang belum maksimal membuat jangkauan pasar masih terbatas. Pola penjualan yang fluktuatif—meningkat saat akhir pekan dan menurun di hari tertentu—menunjukkan perlunya strategi pemasaran berbasis data.

Pada aspek keuangan, pemilik usaha telah memisahkan keuangan pribadi dan usaha sebagai langkah awal yang positif. Meski demikian, pencatatan yang masih sederhana serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang belum komprehensif membuat laba bersih belum dapat dihitung secara akurat.

Melalui program Pengembangan Wawasan Manajerial (PWM) yang berlangsung Februari hingga April 2026, mahasiswa melaksanakan pendampingan sesuai kebutuhan usaha. Program tersebut meliputi penyusunan kalender konten, produksi dan publikasi konten digital, kolaborasi dengan kreator, penyusunan SOP operasional, perancangan sistem pencatatan produksi, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana dan perhitungan ulang HPP.

Implementasi program ini menunjukkan hasil positif, terutama pada pemasaran digital. Terjadi peningkatan konsistensi publikasi konten dan engagement media sosial, yang diikuti bertambahnya pengunjung baru di luar pelanggan tetap. Hal ini menandakan adanya perluasan jangkauan pasar melalui strategi yang lebih terarah.

Kegiatan pendampingan ini juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak. Penguatan sistem manajerial tidak hanya meningkatkan kinerja usaha, tetapi juga mendorong terciptanya sistem kerja yang lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Dosen pembimbing kegiatan, Agung Winarno dan Agus Hermawan, menegaskan keterlibatan mahasiswa dalam pendampingan UMKM menjadi jembatan antara teori dan praktik. “Mahasiswa tidak hanya memahami konsep manajemen, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Transformasi yang dijalani Dimsum Bolobox menunjukkan UMKM memiliki potensi besar untuk berkembang jika didukung sistem manajemen yang terstruktur. Dari usaha rumahan berbasis kualitas produk, Dimsum Bolobox kini bergerak menuju tata kelola yang lebih profesional dan adaptif. Penguatan manajerial ini menjadi fondasi penting bagi UMKM untuk tumbuh, berdaya saing, serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Editor: Rahmat Mashudi Prayoga