Gerindra Kabupaten Malang Apresiasi Langkah Presiden Rombak BGN Demi MBG Lebih Tertib

Bendahara DPC Gerindra Kabupaten Malang yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Alayk Mubarok.(IG Alayk)

BACATODAY.COM – DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang menilai positif restrukturisasi pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengurus DPC Gerindra Kabupaten Malang Alayk Mubarok menyatakan pihaknya mendukung penuh pencopotan eks Kepala BGN Dadan Hindayana pada Selasa (2/5/2026) malam. Ia menilai langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi dan perbaikan program MBG ke depan agar lebih baik.

Alayk menyebut MBG sebagai program unggulan pemerintah harus terus dipantau dan dievaluasi karena merupakan program baru di Indonesia. Ia mengatakan Presiden sebelumnya sudah menegaskan secara terbuka bahwa perbaikan MBG mutlak dilaksanakan, dan pergantian pimpinan BGN menjadi awal realisasi komitmen tersebut.

Bendahara DPC Gerindra Kabupaten Malang itu berharap tidak ada lagi permasalahan sehingga MBG benar-benar menjadi program strategis yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Ia menegaskan langkah tegas Presiden dalam mengevaluasi MBG juga harus ditaati pelaksana di tingkat bawah, termasuk para mitra MBG, agar SOP dijalankan dan manfaat program dirasakan semestinya. “Ini sebagai alarm tegas. Harapannya pelaksana MBG di bawah benar-benar menjalankan SOP, sehingga manfaat program ini dirasakan dengan semestinya oleh rakyat,” tandas Alayk yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Terkait capaian di daerah, tercatat 241 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mitra BGN didirikan di Kabupaten Malang per 15 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 201 unit sudah beroperasi aktif mendukung program MBG dan masih ada 38 SPPG yang belum beroperasi karena tahap persiapan, sedangkan dua SPPG lainnya berhenti operasional.

Target penerima manfaat MBG di Kabupaten Malang mencapai 698.855 orang. Hingga kini penerima manfaat yang sudah terlayani mencapai 507.096 orang atau sekitar 72 persen dari target yang ditetapkan. (had)