Indonesia Unjuk Gigi di Kompetisi Live Commerce Global X The League

Atta Halilintar-Ashanty Bawa Nama Indonesia di Kompetisi Live Commerce Dunia.(Foto : instagram)

BACATODAY.COM – Sejumlah selebritas dan kreator konten Tanah Air mendapat kesempatan untuk membawa nama Indonesia ke panggung internasional melalui kompetisi live commerce global X The League. Dalam ajang tersebut, Indonesia diperkuat oleh Atta Halilintar, Aurel Hermansyah, Ashanty, Mami Louisse Scarlett, dan Ibnu Wardani.

Kelima perwakilan tersebut akan menghadapi tim dari berbagai negara dalam persaingan yang tidak hanya mengandalkan kemampuan menjual produk, tetapi juga kreativitas dalam mengemas siaran langsung. Mereka harus mampu menarik perhatian penonton sekaligus mengubah interaksi tersebut menjadi transaksi.

Hadiah yang diperebutkan pun terbilang besar, yakni mencapai USD 500 ribu atau sekitar Rp9 miliar. Kompetisi ini melibatkan delapan tim yang berasal dari sembilan negara, dengan total 40 seller yang ikut beradu kemampuan di industri live commerce.

Setiap tim dituntut menyusun strategi yang matang sejak awal. Mulai dari menentukan cara memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan penonton, hingga menciptakan tampilan visual yang dapat membuat sesi live shopping terasa lebih menarik dan menghibur.

Format tersebut membuat peserta harus memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi. Live commerce bukan sekadar kegiatan promosi, melainkan perpaduan antara hiburan, komunikasi, pemasaran, dan transaksi yang berlangsung secara bersamaan.

Penonton juga diajak melihat berbagai aktivitas yang biasanya berlangsung di balik layar industri tersebut. Prosesnya mencakup pembahasan dengan pemilik merek, pengelolaan distribusi produk, hingga penyusunan taktik agar target penjualan dapat tercapai selama siaran berlangsung.

Kemunculan dua bintang K-Pop turut menambah daya tarik kompetisi ini. Tiffany Young dipercaya menjadi pembawa acara utama, sedangkan BamBam GOT7 mengambil peran sebagai pemilik tim Thailand dalam ajang tersebut.

Bagi Indonesia, dunia live commerce sebenarnya bukan sesuatu yang asing. Atta Halilintar telah memiliki pengalaman dalam aktivitas live shopping dan interaksi penjualan melalui platform digital. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika dirinya bersama anggota tim harus menghadapi peserta dari negara lain.

Di panggung internasional, tim Indonesia tidak hanya dituntut menunjukkan popularitas masing-masing. Mereka juga perlu membuktikan bahwa kemampuan membangun kedekatan dengan audiens Indonesia dapat diterapkan dalam kompetisi dengan cakupan yang lebih luas.

Perjalanan para perwakilan Indonesia di X The League dapat disaksikan melalui platform Catchplay+ setiap Rabu. Kompetisi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana profesi kreator konten terus berkembang, dari sekadar membuat hiburan menjadi bagian dari ekosistem bisnis digital yang mengutamakan kreativitas, strategi, interaksi, dan hasil penjualan.

Dengan format yang memadukan persaingan, hiburan, dan transaksi secara langsung, X The League memberikan gambaran bahwa popularitas saja tidak cukup untuk memenangkan kompetisi. Kemampuan membaca situasi, mengatur strategi, menjaga perhatian penonton, serta mencapai angka penjualan menjadi faktor yang turut menentukan keberhasilan setiap tim.(nrl/yog)