Menag Hadir di Pos DVI Cisarua, Pemerintah Tegaskan Kepedulian pada Korban Bencana

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengunjungi Pos DVI di Cisarua untuk memantau proses identifikasi korban longsor sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga terdampak.(reformasi Aktual)

BACATODAY.COM – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melakukan agenda kemanusiaan dengan mendatangi Pos Disaster Victim Identification (DVI) di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (1/2/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses identifikasi korban sekaligus memberikan penguatan moral kepada keluarga yang terdampak bencana longsor.

Kehadiran Menag menjadi wujud perhatian pemerintah pusat di tengah duka masyarakat, serta memastikan bahwa pendampingan keagamaan dan pemulihan psikologis pengungsi berjalan seiring dengan upaya identifikasi yang dilakukan aparat kepolisian.

Selama berada di lokasi, Nasaruddin Umar tidak hanya meninjau sarana dan proses DVI, tetapi juga berinteraksi langsung dengan keluarga korban. Ia menyampaikan nasihat keagamaan dan doa sebagai bentuk dukungan batin bagi para penyintas yang masih menunggu kepastian nasib anggota keluarganya.

Menag mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan saling menguatkan dalam menghadapi musibah ini. Ia juga mendoakan agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan serta seluruh petugas diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Agama yang dinilai mampu meningkatkan semangat kerja personel DVI dan tim evakuasi.
Menurut Hendra, kehadiran Menag menjadi pengingat pentingnya profesionalisme yang dibarengi dengan pendekatan humanis. Polda Jabar, lanjutnya, berkomitmen mempercepat proses identifikasi secara akurat agar keluarga korban segera memperoleh kepastian.

Saat ini, Polda Jawa Barat bersama tim medis dan unsur terkait terus melakukan pencocokan data antemortem dan postmortem dengan kehati-hatian tinggi. Selain fokus pada identifikasi korban, pendampingan psikologis bagi warga terdampak juga tetap disediakan.

Kolaborasi antara dukungan spiritual dari Kementerian Agama dan langkah teknis aparat kepolisian diharapkan mampu mempercepat pemulihan sosial masyarakat Cisarua setelah bencana.(nrn/yog)