Menteri PU Tinjau Pemulihan TPA dan IPLT Rantau Pascabanjir Aceh Tamiang

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau TPA dan IPLT Rantau di Aceh Tamiang untuk mempercepat pemulihan sanitasi pascabanjir. (Majalah Lintas)

BACATODAY.COM – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rantau serta Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (20/1). Kunjungan ini bertujuan memastikan percepatan pemulihan infrastruktur sanitasi pascabencana yang terjadi di wilayah tersebut. Sejumlah fasilitas terdampak banjir dan membutuhkan penanganan segera agar layanan kembali berjalan. Dalam kesempatan itu, Menteri mengecek kondisi bangunan, unit pengolahan, hingga akses operasional di area TPA dan IPLT. Pemerintah menargetkan layanan sanitasi dapat segera pulih dan berfungsi maksimal.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menegaskan layanan sanitasi merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh berhenti terlalu lama. Jika dibiarkan, gangguan sanitasi dapat memicu risiko kesehatan masyarakat serta pencemaran lingkungan. Karena itu, pemulihan fasilitas sanitasi menjadi salah satu fokus utama dalam penanganan pascabencana. Ia juga menginstruksikan jajaran teknis agar bekerja cepat, namun tetap mengutamakan keselamatan di lapangan. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi mempercepat proses pemulihan.

Selama sekitar sepuluh hari terakhir, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh telah melakukan pembersihan intensif di kawasan TPA dan IPLT Rantau. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program padat karya dengan melibatkan warga setempat. Pembersihan difokuskan pada pengangkutan sedimen, sampah, dan sisa material banjir yang menghambat operasional fasilitas. Langkah ini dilakukan secara bertahap untuk mengembalikan fungsi dasar layanan sanitasi. Keterlibatan masyarakat juga membantu mempercepat pekerjaan di lapangan.

TPA dan IPLT Rantau menjadi prioritas penanganan dengan sejumlah langkah teknis yang telah disusun. Penanganan mencakup pembersihan area utama, perbaikan akses masuk, serta rehabilitasi unit pengolahan lumpur tinja. Selain itu, dilakukan pemeriksaan struktur bangunan dan sistem pendukung agar operasional kembali aman. Proses rehabilitasi disesuaikan dengan tingkat kerusakan akibat bencana. Pemerintah memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar teknis yang berlaku.

Menteri Dody turut menekankan pentingnya keberlanjutan layanan sanitasi setelah proses pemulihan selesai. Fasilitas sanitasi yang berfungsi baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah berkomitmen memantau perkembangan pemulihan hingga seluruh fasilitas kembali normal. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan pascabencana. Melalui percepatan ini, diharapkan dampak lanjutan akibat bencana dapat ditekan semaksimal mungkin. (nrn/yog)