Peserta Retret PWI Diajak ke Pusat Latihan Kopassus, Menhan Sjafrie: Pers Pilar Ketahanan Nasional

Anggota PWI mengikuti retret di Kemenhan. (ist)

BACATODAY.COM — Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menjadi pembicara kehormatan dalam rangkaian kegiatan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)–Kementerian Pertahanan Tahun 2026 yang digelar di Pusat Kompetensi Bela Negara, Bogor.

Kehadiran Menhan Sjafrie pada Sabtu (31/1/2026) pagi hingga siang menjadi salah satu agenda utama yang paling dinantikan peserta. Di hadapan 160 wartawan perwakilan PWI dari hampir seluruh provinsi di Indonesia, Sjafrie menyampaikan pandangan strategis mengenai peran pers dalam menjaga ketahanan informasi, demokrasi, serta keamanan nasional.

Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan dialog dua arah. Menhan juga membuka ruang tanya jawab, membahas isu-isu aktual seputar pertahanan negara hingga tantangan jurnalisme di tengah disrupsi informasi. Suasana semakin cair ketika Sjafrie berkenan makan siang bersama peserta di Ruang Manunggal, sebagai bentuk kedekatan antara pemerintah dan insan pers.

Atas dukungan Menteri Pertahanan, rangkaian retret berlanjut dengan agenda khusus pada Minggu (1/2/2026). Seluruh peserta dijadwalkan berkunjung ke salah satu pusat latihan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di kawasan Parung, Bogor, untuk mengikuti pengenalan latihan militer, termasuk simulasi latihan menembak.

Agenda tersebut dinilai menjadi pengalaman berharga bagi peserta retret untuk memahami secara langsung aspek pertahanan negara, kedisiplinan militer, serta memperkuat wawasan kebangsaan.

Sebelumnya, kegiatan Retret PWI 2026 secara resmi dibuka oleh Kementerian Pertahanan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemhan RI, Kamis (29/1/2026). Pembukaan dipimpin Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Retret PWI 2026 mengusung tema “Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional”. Kegiatan ini diikuti 160 peserta dari PWI Pusat dan PWI Daerah se-Indonesia, dan berlangsung selama empat hari, mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

Dalam sambutan Menteri Pertahanan yang dibacakan Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan, Sjafrie menegaskan pentingnya peran pers dalam menjaga ketahanan nasional melalui pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik.

“Pers yang profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan memiliki posisi strategis sebagai mitra negara dalam memperkuat persatuan dan keutuhan bangsa, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip independensi dan kebebasan pers sebagaimana dijamin konstitusi,” tegasnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta, pemberian materi Building Learning Commitment (BLC), serta pengantar nilai dasar Bela Negara sebagai bekal awal bagi peserta.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kapus Kompetensi Bela Negara BPSDM Han Kemhan Brigjen TNI Ferry Trisnaputra, pejabat eselon II BPSDM Han Kemhan, serta Ketua Umum PWI Akhmad Munir. (yog/red)