Prabowo Minta Pembangunan Sekolah Rakyat di Jakarta Dipercepat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menyediakan lahan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat guna mendukung akses pendidikan bagi ribuan siswa dari tingkat SD hingga SMA.(Okezone News)

BACATODAY.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta akan menyediakan lahan khusus guna membangun gedung permanen bagi Sekolah Rakyat.

Keberadaan fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat menampung sekitar 1.000 pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Pernyataan itu disampaikan Pramono setelah melakukan peninjauan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Jakarta beberapa waktu lalu. Ia menyebut Pemprov Jakarta berkomitmen mendukung penuh pengembangan program Sekolah Rakyat di ibu kota.

Menurut Pramono, berbagai program pendidikan yang dijalankan Sekolah Rakyat sejalan dengan kebijakan prioritas Pemprov Jakarta, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta program pemutihan ijazah. Bahkan, sejumlah siswa Sekolah Rakyat juga telah terdaftar sebagai penerima manfaat KJP.

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan 10 lokasi sekolah rintisan di Jakarta dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa.

Dari jumlah tersebut, delapan titik masih dalam tahap renovasi, termasuk fasilitas yang berada di wilayah Pejompongan, Marunda, dan Curug.

Meski begitu, Gus Ipul mengakui bahwa Jakarta masih membutuhkan gedung permanen untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Oleh sebab itu, Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembangunan fasilitas tersebut dipercepat supaya Jakarta tidak tertinggal dari daerah lain.

Ia menjelaskan bahwa kendala utama saat ini adalah keterbatasan gedung permanen. Karena itu, percepatan pembangunan dinilai penting agar pelaksanaan program di Jakarta dapat berjalan secepat wilayah lain.

Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa Pemprov Jakarta telah menyatakan kesiapan menyediakan lahan sekitar 6 hingga 8 hektare untuk pembangunan sekolah permanen tersebut.

Menurutnya, kebutuhan Sekolah Rakyat di Jakarta kemungkinan tidak cukup hanya dengan satu gedung permanen. Ia menilai idealnya terdapat hingga lima gedung agar mampu menampung lebih dari 10.000 siswa. (nrn/yog)