
BACATODAY.COM – Tim Barongsai Kota Malang berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar Juara Umum Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang berlangsung di Gelora Remaja Surabaya pada 13–14 Juni 2026. Keberhasilan tersebut diraih setelah menjalani persiapan intensif selama dua bulan.
Sekretaris sekaligus Bidang Pembinaan Prestasi Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Malang, Brilliant Matriwiria, menjelaskan bahwa kejuaraan tersebut menjadi ajang penting untuk mengukur kemampuan atlet menjelang persiapan menuju Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya.
“Barongsai kini sudah menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan dalam ajang seperti PON dan Porprov. Kejuaraan Piala Wali Kota Surabaya ini menjadi salah satu tolok ukur kesiapan atlet kami,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Pada kejuaraan tersebut, panitia mempertandingkan enam kategori, yakni Barongsai Tradisional, Ketangkasan Gua You, Ketangkasan Zou Tou, Ketangkasan Shang Dui, Halang Rintang, dan Kecepatan.
Tim Barongsai Kota Malang yang diperkuat atlet usia di bawah 19 tahun dan diwakili Klub Eng An Kiong mengikuti empat kategori pertandingan. Hasilnya, mereka berhasil membawa pulang dua medali emas pada kategori Barongsai Tradisional dan Barongsai Ketangkasan Gua You, serta satu medali perak pada kategori Barongsai Ketangkasan Shang Dui.
Salah satu pelatih sekaligus pengurus Barongsai Eng An Kiong, Pria, mengungkapkan bahwa persiapan tim dilakukan secara rutin hampir setiap hari selama dua bulan terakhir. Latihan digelar bergantian mulai sore hingga malam hari dengan pengawasan tim pelatih yang terdiri dari Brilliant Matriwiria, Ivan Cristianto Halim, dan Handoko Prayogo.
Menurutnya, tantangan terbesar selama persiapan adalah pembuatan dekorasi dan perangkat elektrik yang digunakan dalam perlombaan. Kebutuhan tersebut mendapat dukungan dari Bambang dari Hawai Water Park.
“Keberhasilan Tim Barongsai Kota Malang juga tidak lepas dari dukungan Bapak Daryono dan keluarga besar Kelenteng Eng An Kiong,” katanya.
Ia menilai persaingan terberat datang dari tim tuan rumah Surabaya, serta kontingen dari Madiun dan Kediri. Meski berhasil menjadi juara umum, tim masih akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki sejumlah kekurangan, termasuk menambah jumlah atlet agar dapat mengikuti seluruh kategori yang dipertandingkan.
“Semoga pada Porprov X Jawa Timur 2027 di Surabaya nanti, Barongsai Kota Malang bisa menyumbang lebih banyak medali. Dalam waktu dekat kami juga akan mengikuti kejuaraan Madiun Cup pada Agustus mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Cabor Barongsai Kota Malang, Bambang Yudo Utomo, mengaku bangga atas pencapaian para atlet. Ke depan, pihaknya berencana memperluas pembinaan dengan menggandeng Dinas Pendidikan Kota Malang agar olahraga Barongsai semakin dikenal dan diminati generasi muda.
“Kami ingin Barongsai semakin membumi di Kota Malang. Karena itu kami akan menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan agar siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA dapat mengenal dan melestarikan olahraga Barongsai,” pungkasnya. (yon)











