Perdamaian Bonek dan Aremania Diusung Lewat Ekshibisi Combat Sport

Ajang ekshibisi combat sport. (ist)

BACATODAY.COM – Upaya meredam konflik antar suporter terus digulirkan. Salah satunya melalui ekshibisi combat sport bertajuk “Perdamaian Dimulai Dari Kita, Semua Berhak Bersaudara”. Dalam momentum tersebut, Vandy Wijaya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Bonek atas tindakannya yang pernah merobek bendera Persebaya.

Inisiator kegiatan, Fandy Alfian, mengatakan bahwa ekshibisi tersebut menjadi wadah untuk mengedukasi para suporter agar persaingan tidak lagi berujung bentrokan di jalanan, melainkan disalurkan melalui ajang olahraga yang legal.

“Perjalanan panjang ini bertujuan mempertemukan Vandy Wijaya dengan Bonek Mania agar dapat meminta maaf secara langsung. Sekaligus mengedukasi bahwa persaingan itu wadahnya adalah laga legal di atas ring combat sport. Poin utamanya adalah menyebarkan pesan bahwa sepak bola tidak sebanding dengan nyawa, sehingga diharapkan tidak ada lagi tawuran yang merugikan banyak pihak,” kata Fandy Alfian kepada BACATODAY.COM, Minggu (19/7/2026).

Fandy Alfian menyampaikan acara yang digelar beberapa waktu lalu berlangsung aman dan lancar serta pesan perdamaian dapat tersampaikan. Terkait ketidakpuasan salah satu fighter bernama Rino yang dinyatakan kalah, Fandy Alfian menegaskan penilaian sepenuhnya dilakukan oleh dewan juri independen yang berasal dari Solo dan Sidoarjo, tanpa melibatkan juri dari Malang Maupuj Surabaya.

“Masalah ini sudah dinaikkan ke komisi untuk digodok,” ujarnya.

Mengenai rencana ke depan, Fandy Alfian mengungkapkan ada wacana menggelar pertandingan kedua karena pihak Rino belum menerima hasil laga sebelumnya. Namun, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Pada pertandingan pertama, berat badan Rino tercatat melebihi batas kesepakatan atau over 6 kilogram dari kelas under 80 kilogram. Pada pertandingan berikutnya, berat badan harus sesuai ketentuan. Selain itu, pihak Rino juga mengusulkan agar regulasi pertandingan menggunakan aturan boxing atau tinju, setelah sebelumnya memakai aturan kickboxing.

Di akhir pernyataannya, Fandy Alfian mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap permintaan maaf yang disampaikan Vandy Wijaya dapat menjadi awal terciptanya perdamaian yang lebih kuat antara Bonek dan Aremania.

“Harapannya dimulai dari perdamaian diri sendiri karena pada akhirnya semua orang berhak untuk bersaudara,” tegasnya.

Fandy Alfian menambahkan, perdamaian tidak hadir begitu saja, melainkan dimulai dari keputusan-keputusan kecil setiap hari, seperti meredam ego, mendengarkan orang lain, serta memilih memahami daripada menghakimi.

“Ketika kita sadar bahwa semua orang berhak bersaudara, sekat-sekat perbedaan ras, suku, agama, maupun pilihan politik menjadi tidak lagi penting. Mari kita jaga api perdamaian itu dari diri sendiri, lalu tularkan ke lingkungan terdekat. Dunia sudah cukup bising dengan konflik, mari menjadi bagian dari solusinya,” pungkasnya.

Langkah menjadikan ring olahraga sebagai ruang penyelesaian perselisihan dinilai menjadi terobosan positif dalam membangun budaya suporter yang lebih dewasa. Kini publik menantikan proses di komisi berjalan secara adil sekaligus kepastian pelaksanaan pertandingan ulang dengan regulasi yang disepakati bersama. (had)