- BACATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa demokrasi memiliki potensi disalahgunakan oleh kelompok yang mempunyai kekuatan ekonomi besar. Menurutnya, pengaruh tersebut dapat dilakukan melalui kekuatan finansial maupun pemanfaatan teknologi untuk membentuk opini masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat malam. Ia menilai demokrasi harus terus dijaga agar tidak dikendalikan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan dan sumber daya keuangan yang besar.
Prabowo mengatakan kekuatan ekonomi dapat digunakan untuk memengaruhi berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam kehidupan bernegara. Pengaruh tersebut, menurut dia, bahkan dapat menyasar tokoh politik, aparat penegak hukum, hingga pejabat pemerintahan.
Ia mencontohkan kemungkinan adanya upaya pemberian uang kepada sejumlah pihak untuk mendapatkan pengaruh dalam proses politik dan pemerintahan. Prabowo menyebut hakim, jaksa, jenderal, menteri, bahkan presiden dapat menjadi sasaran apabila demokrasi tidak dijaga dengan baik.
Selain persoalan kekuatan finansial, Prabowo turut menyoroti perkembangan teknologi digital dan media sosial. Ia mengingatkan bahwa algoritma, akun robot, serta buzzer dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan berbagai informasi yang bertujuan membentuk opini publik.
Menurut Prabowo, penyebaran fitnah melalui media sosial dapat menjadi salah satu cara untuk memengaruhi masyarakat. Meski demikian, ia meyakini masyarakat Indonesia memiliki kemampuan untuk menyikapi berbagai informasi yang beredar.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa ancaman terhadap demokrasi melalui teknologi dan informasi bukan hanya menjadi persoalan Indonesia. Ia menyebut sejumlah negara turut menghadapi pola ancaman serupa di tengah perkembangan bentuk konflik modern.
Ia menjelaskan bahwa peperangan pada masa kini tidak selalu berlangsung dengan pengerahan pasukan dalam jumlah besar. Konflik juga dapat dilakukan melalui upaya memengaruhi dan melemahkan masyarakat dengan memanfaatkan informasi yang tersebar luas di media sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo kembali menegaskan dukungannya terhadap demokrasi dan reformasi. Ia mengingatkan bahwa PAN memiliki sejarah dalam perjalanan reformasi Indonesia.
Prabowo juga menyampaikan bahwa dukungannya terhadap demokrasi sudah ada sejak dirinya masih berdinas sebagai prajurit TNI. Ia menilai cita-cita untuk menjaga demokrasi menjadi salah satu hal yang dapat mempertemukan berbagai pihak.
Sebelumnya, Prabowo juga pernah menyampaikan peringatan serupa mengenai potensi demokrasi dikendalikan oleh kelompok yang memiliki kekuatan finansial. Pesan tersebut disampaikan dalam amanat pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7).
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan agar demokrasi Indonesia tidak dikuasai oleh pihak yang memiliki banyak uang serta tidak dipengaruhi oleh kepentingan asing.(nrl/yog)












